Berita Surabaya

Pendidikan Gratis Khofifah Gunakan Sistem Indeks, Seperti Ini Sistemnya

Khofifah menegaskan bahwa dalam penyaluran biaya gratis SMA SMK ini juga akan menggunakan sistem indeks.

Pendidikan Gratis Khofifah Gunakan Sistem Indeks, Seperti Ini Sistemnya
Surya/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.co.id | SURABAYA - Permasalahan mahalnya biaya pendidikan di jenjang SMA SMK hingga kini masih menuai keluhan di masyarakat. Meski sudah memastikan bahwa tahun depan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak akan menggatiskan biaya SMA SMK, masih banyak yang ingin membuktikan. 

Menjawab hal tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa berdasarkan hitungan dari tim navigasi program dan tim dari pemprov, anggaran pemerintah provinsi dipastikan cukup untuk menggratiskan biaya SPP di SMA SMK se Jawa Timur. 

"Insya Allah cukup, tahun depan biaya SPP SMA SMK di Jawa Timur gratis, SPP ya," tegas Khofifah.

Semula di Nawa Bhakti Satya, Khofifah sempat menyatakan bahwa yang akan mendapatkan biaya gratis SPP adalah siswa dengan ekonomi rendah atau 40 persen ekonomi terendah. 

"Tapi setelah kami evaluasi, sistem itu tidak bisa diterapkan. Dan kita memutuskan untuk menggratiskan semua untuk SPP SMA SMK baik sekolah negeri maupun swasta," imbuh wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini. 

Lebih lanjut Khofifah menegaskan bahwa dalam penyaluran biaya gratis SMA SMK ini juga akan menggunakan sistem indeks. Menurutnya sistem indeks untuk masing-masing sekolah akan diterapkan. 

"Pasti ada indeksnya. Sama APBN juga menggunakan sistem indeks. Dari indeks yang ada, jadi kalau ada SMA SMK favorit, kalau biayanya tinggi,  maka selisihnya akan ditanggung per masing-masing yang bersangkutan. Kalau untuk SPPnya kita gratiskan," tegasnya.

Saat ini, tim navigasi program saat ini dikatakan Khofifah terus bekerja. Khofifah juga bertemu dan bergabung dalam forum strategis, seperti bertemu Kementerian Desa, forum perguruan tinggi, dan juga dari elemen komunitas dan pengusaha.

"Kami sedang menjaring mana yang bisa menjadi best practice atau percontohan terutama dalam menangani masalah di Jawa Timur.  Misalnya di empat kabupaten kota yang terdata sebagai yang tertinggi kemiskinannya," kata Khofifah.  Yaitu untuk Sampang,  Bangkalan,  Situbondo dan Bondowoso.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved