Berita Gresik

Jelang Divonis, Bos Perumahan di Gresik Menghilang, Jaksa dan Penasihat Hukum Mengaku Tidak Tahu

Sidang di PN Gresik dengan terdawa Pengusaha Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) Ahmad Fathoni (57) akhirnya ditunda.

Jelang Divonis, Bos Perumahan di Gresik Menghilang, Jaksa dan Penasihat Hukum Mengaku Tidak Tahu
surya/sugiyono
KETAT - Polisi memeriksa dengan ketat terhadap pengunjung sidang kasus pengembangan Perumahan ABR Kecamatan Kebomas, Kamis (30/8/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Sidang di PN Gresik dengan terdawa Pengusaha Perumahan Alam Bukit Raya (ABR)  Ahmad Fathoni (57) akhirnya ditunda.

Warga Desa Kedung Sekar, Kecamatan Benjeng, Gresik, itu  tidak hadir, Kamis (30/8/2018).

Padahal pihak panitera dan Polres Gresik telah menyiapkan ruang sidang sejak pagi dengan cara diseterilisasi ruangan. Namun, hingga sore hari, hanya tim kuasa hukum yang datang.

Majelis hakim PN Gresik dipimpin Putu Gede Hariyadi akhirnya menunda persidangan hingga Senin (3/9/2018), pekan depan.

"Sidang ditunda pekan depan tanggal 3 September 2018," kata Putu Gede Hariyadi, sambil meminta kuasa hukum terdakwa untuk menghadirkan Fathoni.

Majelis hakim juga mengingatkan agar jaksa menghadirkan terdakwa. Sebab, jaksa yang bertanggung jawab terhadap kehadiran terdakwa.

“Kehadiran terdakwa tanggung jawab jaksa. Dan kepada tim penasehat hukum kalau mengetahui keberadaan terdakwa segera diinformasikan,” imbuhnya.

Jaksa Penuntut Umum Lila Yurifa Prihasti menuntut hukuman empat tahun penjara. Terdakwa dianggap melanggar Pasal 374 Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP tentang penggelapan dalan jabatan.

Namun, jaksa mengaku tidak mengetahui keberadaan terdakwa pada sidang dengan agenda vonis tersebut.

"Kami sudah menghubungi melalui telepon selulernya tapi tidak diangkat. Kami juga sudah datang langsung ke rumahnyajuga tidak ada,” tandas Lila.

Sedang tim penasehat hukum terdakwa juga mengaku tidak mengetahui keberadaan kliennya. Sejak pagi hingga proses persidangan berlangsung tidak ada kabar sama sekali.

“Kami tidak tahu yang mulia,” kata kuasa hukum dari tim Ghaling Bawarna.

Ahmad Fathoni diseret ke persidangan atas laporan Yono Budiono yang juga investor di PT Trisula Bangun Persada. Saat itu terdakwa dianggap telah menyalahgunakan jabatan ketika sebagai Direktur di perusahaan pengembang perumahan.

Namun, Fathoni dalam pembelaan sebelumnya mengaku bahwa dirinya tidak bersalah. Sebab, permasalahan ini hanya masalah internal perusahaan dan masalah utang piutang antara dirinya dan Yono Budiono.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved