Berita Lifestyle

Generasi Ketiga Batik Oey Soe Tjoen Lebih Bebas Berekspresi, Terinspirasi Komik Naruto

Dari segi warna, batik generasi ketiga warnanya tampak lebih mencolok, dan bervariasi motifnya.

Generasi Ketiga Batik Oey Soe Tjoen Lebih Bebas Berekspresi, Terinspirasi Komik Naruto
surya/habibur rohman
Generasi ketiga Oey Soe Tjoen Widianti Widjaja (baju hitam) dan Mina Karina menunjukkan ciri khas batik Oey Soe Tjoen jelang pameran di Jayanata Beauty Plaza Surabaya, Rabu (29/8/2018). Pameran ini menampilkan tiga generasi batik dan akan diadakan lelang batik. 

Setelah Jepang, muncul lagi seorang pembeli yang jatuh cinta pada motif Hokokai, yakni warga Singapura.

Sempat Tak Tertarik Batik

Widia yang tomboy di masa mudanya sama sekali tak tertarik pada batik, meski keluarganya adalah generasi kedua Oen Soe Tjoen.

Oen Soe Tjoen dikenal sebagai perajin batik legendaris Kedungwuni, Pekalongan, Jawa Tengah.

“Saya merasa itu barang jadul. Untuk mengenakan saja saya tidak bisa. Apik’e tuh apa?” kata ibu dua anak itu.

Semua berubah ketika sebulan setelah Widia menikah, ayahnya, Mulyadi Widjaja, meninggal pada 2002.

Widia yang waktu itu tinggal di Semarang terpukul, karena merasa belum membalas budi kepada ayahnya.

Sebagai tanda terima kasih, ia melanjutkan Oey Soe Tjoen, meski tak berbekal kemampuan dasar tentang batik.

“Saya merasa dengan meneruskan usaha batik, saya membalas budi orang tua. Waktu papa meninggal, saya merasa belum memberi apa-apa,” tuturnya.

Ibunya, MM Istijani Setiono, menyodorkan buku tulisan tangan ayahnya pada Widia.

Halaman
1234
Penulis: Delya Octovie
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help