Berita Lifestyle

Generasi Ketiga Batik Oey Soe Tjoen Lebih Bebas Berekspresi, Terinspirasi Komik Naruto

Dari segi warna, batik generasi ketiga warnanya tampak lebih mencolok, dan bervariasi motifnya.

Generasi Ketiga Batik Oey Soe Tjoen Lebih Bebas Berekspresi, Terinspirasi Komik Naruto
surya/habibur rohman
Generasi ketiga Oey Soe Tjoen Widianti Widjaja (baju hitam) dan Mina Karina menunjukkan ciri khas batik Oey Soe Tjoen jelang pameran di Jayanata Beauty Plaza Surabaya, Rabu (29/8/2018). Pameran ini menampilkan tiga generasi batik dan akan diadakan lelang batik. 

“Dulu buatan Jerman, sekarang sudah tidak ada. Kain tetap mori lokal. Dulu buatan Belanda Cap Cent, lalu mereka sudah tidak produksi. Sekarang memakai merek Kereta Kencana,” jelasnya.

Soal motif, kain generasi pertama, kedua, dan ketiga memiliki ciri khas sendiri-sendiri.
Kain generasi pertama kebanyakan bermotif buket bunga, generasi kedua mengikuti generasi pertama.

Pada generasi ketiga didominasi Hokokai, buket bunga, dan sisanya hasil imajinasi Widia serta pesanan.

Widia mendapat inspirasi dari segala penjuru untuk motif batiknya. Satu di antaranya adalah komik Jepang populer Naruto.

“Contohnya yang batik naga itu. Bagian belakangnya orang mengira motif mega mendung. Padahal saya terinspirasi dari bentuk awan di komik Naruto,” ungkapnya.

Dari seluruh koleksinya, Widia menyebut motif Hokokai sebagai batik yang paling lama pengerjaannya.

Ia memulai pembuatan motif Hokokai pada tahun 2006, waktu yang sama ketika ia baru memulai mengambil alih usaha keluarganya itu.

Motif itu dibawa orang Jepang, yang menyatakan keinginannya dibuatkan kain batik bermotif Hokokai.

“Dia bilang, ‘buatkan kain batik motif ini, tahun depan saya ke sini lagi untuk mengambil’. Saya bertanya, kalau jelek bagaimana? Dia jawab jelek tidak jelek tetap saya ambil. Akhirnya benar. Tahun berikutnya dia datang sambil membawa empat motif lagi padahal kain sebelumnya belum jadi. Empat motif dibuat, tahun ketiga ia datang lagi mengambil motif pertama,” kenang perempuan kelahiran 1976 itu.

Rupaya warga Jepang itu sudah yakin dengan kemampuan Widia.

Halaman
1234
Penulis: Delya Octovie
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help