Berita Surabaya

Begini Alur Proses Pembuatan Beras Premium Palsu yang Dibongkar Polda Jatim

Tersangka secara sengaja memalsukan merek beras premium MTR (Mentari) menjadi MRI (Mentari) dengan diisi beras medium.

Begini Alur Proses Pembuatan Beras Premium Palsu yang Dibongkar Polda Jatim
surya/mohammad romadoni
Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Agus Santoso membeberkan barang bukti puluhan ton beras merek palsu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tersangka Harianto pemilik gudang beras mulanya bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk menyuplai beras di setiap daerah di Jawa Timur.

Tersangka secara sengaja memalsukan merek beras premium MTR (Mentari) menjadi MRI (Mentari) dengan diisi beras medium.

Kasubdit I Indagsi (Industri Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Rama Samtama Putra menjelaskan modus tersangka melakukan pemalsuan beras ini dengan mengakomodasi para petani untuk menyuplai beras di kawasan Mataraman dan seluruh wilayah Jawa Timur.

"Beras dari para petani itu diproduksi (diselep) di daerah Nganjuk, sebelum dikirim ke gudang penyimpanan di Kota Malang," ungkapnya di Mapolda Jatim, Kamis (30/8/2018).

Rama memaparkan, setelah di proses di Nganjuk tersangka melakukan pengemasan di gudang beras miliknya.

Sebelumnya telah dipersiapkan kemasan beras premium merek palsu yang bentuk dan warnanya nyaris sama dengan merek beras premium asli MTR (Mentari). Kemasan itu diisi beras mutu medium yang telah diproses menyerupai beras premium.

"Tidak ada pemutih dalam beras itu tapi hanya banyak butiran (menir) pada beras merek palsu," ungkapnya.

Rama mengatakan setelah beras dikemas secara rapi tersangka menyimpan beras itu di dalam gudang sembari menunggu pembelinya. Tersangka mempunyai satu toko beras yang menjual bermacam merek beras premium.

Masih kata dia, penyebaran beras premium merek palsu ini telah menyasar seluruh daerah di Jawa Timur. Paling banyak beras merek palsu ini dijual di pasar tradisional dan di pasar modern.

"Tersangka menjual beras merek palsu di tokonya, pembelinya dari kota maupun luar Kota Malang," kata Rama.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved