Berita Malang Raya

Terungkap, Anggota DPRD Kota Malang Biasa Minta Setoran

Sidang dugaan kasus korupsi yang melibatkan 18 anggota DPRD Kota Malang membuka fakta menarik. Para wakil rakyat sering minta setoran dari SKPD

Terungkap, Anggota DPRD Kota Malang Biasa Minta Setoran
surya/m taufik
Sidang kasus dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (29/8/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sidang dugaan kasus korupsi yang melibatkan 18 anggota DPRD Kota Malang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (29/8/2018) membuka fakta menarik. 

Salah satunya, sering kali anggota DPRD Kota Malang datang ke kantor Dinas PU (Pekerjaan Umum) untuk meminta uang. Bahkan ada beberapa nama anggota dewan yang sangat sering datang.

Hal itu diungkapkan Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang, Jarot Edy Sulistiyo saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang.

Sempat ada beberapa nama anggota dewan yang disebut kerap melakukan itu. Di antaranya Subur dan Suprapto.

"Saya sampai sering menghindar karena kebingungan melayani," kata pria yang sebelumnya juga sudah divonis hukuman penjara selama 2 tahun 8 bulan, dan denda sebesar Rp 100 Juta subsider 3 bulan itu dalam kasus yang sama.

Meski merasa dipeloroti oleh para anggota dewan, Jarot mengaku sulit menghindar. Sebab, jika tak menuruti permintaan para wakil rakyat itu, proses-proses yang berkaitan dengan dewan bakal dipersulit.

Hal serupa yang disampaikan Cipto Wiyono, Mantan Sekda Kota Malang yang sekarang duduk sebagai Kepala Dinas PU Provinsi Jatim. Ketika bertugas di Malang, dia mengaku sering ada permintaan uang dari kalangan legislatif.

Dicontohkannya, saat rapat badan anggaran (Banggar) juga para anggota dewan meminta uang ke eksekutif.

"Mintanya Rp 1 juta setiap orang. Kalau anggota banggar 25 orang kan berarti Rp 25 juta," ungkap dia.

Jika tidak dituruti, disebutnya ada saja yang dipersulit.

Halaman
123
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help