Berita Malang Raya

Polisi Bekuk Lima Pengedar Sabu-sabu Dari Malang dan Pasuruan

Lima tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu diringkus Satresnarkoba Polres Malang. Mereka dari Malang dan Pasuruan.

Polisi Bekuk Lima Pengedar Sabu-sabu Dari Malang dan Pasuruan
ist
illustrasi 

SURYA.co.id | MALANG - Lima tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu diringkus Satresnarkoba Polres Malang.

Masing-masing Sapi'i (39) warga Desa Harjokuncaran, M Cholil (39) warga Desa Sumbermanjing Wetan, Septafia (38) warga Desa Tambakrejo, kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang

Selain itu, dua tersangka lainnya adalah Andik L (41) warga Desa Dawuhan Sengon, Kecamatan Purwodadi Pasuruan, dan Matsuri (32) warga Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Dari kelima tersangka pengedar narkotika tersebut diamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak enam poket total seberat 2,49 gram, sejumlah pipet, alat timbang, plastik klip, sejumlah alat hisap sabu, dan sebagainya.

Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska menjelaskan, penangkapan terhadap para pengedar narkotika semuanya berdasar informasi masyarakat. Jajaran Satresnarkoba Polres Malang melakukan penyelidikan hingga akhirnya dapat mengetahui para pelaku pengedar Narkotika.

"Para pelaku pengedar narkotika tersebut diamankan ketika bertransaksi di tepi jalan hingga di rumahnya," kata Eka Yuliandri Aska mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Rabu (29/8).

Dijelaskan Eka Yuliandri, operasi penangkapan terhadap pengedar narkotika di wilayah hukum Polres Malang akan semakin diintensifkan. Hal itu dilakukan karena peredaran narkotika dinilai masih cukup banyak dan telah meresahkan masyarakat dan mengancam generasi muda. Ini dikarenakan dampak dan mengkonsumsi narkotika bisa membahayakan masyarakat.

Terlebih, dampak dari narkotika bisa menimbulkan kriminalitas di tengah masyarakat dan aksi kejahatan jalanan.

"Untuk para tersangka akan dijerat Pasal 114 (1) sub 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka diancam hukuman hingga 20 tahun penjara," tutur Eka Yuliandri Aska.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help