Sambang Kampung Medokan Asri Barat

Lansia Medokan Asri Barat Garap Lampion dari Labu Guci, Dapat Pesanan hingga Ratusan

Di antara semua janis tanaman, Kelompok Tani Lansia Cendrawasih menanam labu guci, yang bijinya datang dari Taiwan.

Lansia Medokan Asri Barat Garap Lampion dari Labu Guci, Dapat Pesanan hingga Ratusan
surya/habibur rohman
KEKOMPAKAN WARGA - Anggota Karang Wreda Medokan Asri Barat RW 06 aktif berkegiatan dan rutin melakukan pertemuan seminggu satu kali, RAbu (29/8/2018). Warga kini juga memproduksi hiasan lampu gantung dengan memanfaatkan buah labu guci. 

URYA.co.id | SURABAYA - Lansia Medokan Asri Barat mengembangkan urban farming di lahan tidur seluas 2.000 meter persegi.

Di antara semua janis tanaman, Kelompok Tani Lansia Cendrawasih menanam labu guci, yang bijinya datang dari Taiwan.

"Yang membuat anggota kami bernama Roy, dan kami juga ikut membantu. Labu guci yang digunakan yang sudah tua. Biasanya yang masih muda dibuat sayur," kata Dodo Muharmadi, Ketua Karang Wreda Medokan Asri Barat, Rabu (29/8/2018).

Ide memanfaatkan labu sebagai produk kerajinan muncul ketika para lansia merasa labu guci tua rendah harga jualnya di pasaran.

Kisaran harganya hanya Rp 5.000-10.000.

"Kalau dibuat kerajinan, kan bisa lebih mahal. Yang kecil Rp 50.000, sedang Rp 75.000, yang besar Rp 100.000," ujarnya.

Labu tua pertama-tama dikerok dulu isinya, kemudian dimasukkan ke air supaya lembek.

Keesokan harinya, labu dikerok lagi, lalu dikeringkan selama dua hari.

Setelah kering, baru labu bisa diukir sesuai keinginan maupun pesanan.

"Ini sempat kami kirimkan sebagai suvenir ke Bu Risma, setelah dinilai Lee Kuan Yew Award. Kami mengirimkan lampion dan lampu meja," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved