Khofifah Bakal Kembangkan KEK Jatim Jadi Industri Subsitusi Impor

Khofifah Indar Parawansa bertekad menjadikan Jawa Timur sebagai pionir dalam mengembangkan sektor hilir untuk industri subsitusi impor.

Khofifah Bakal Kembangkan KEK Jatim Jadi Industri Subsitusi Impor
surya/fatimatuz zahro
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024 saat sambutan di depan peserta pengajian umum dan halal bi halal Pondok Pesantren Muhyiddin Gebang Kidul, Sukolilo, Kamis (23/8/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Khofifah Indar Parawansa bertekad menjadikan Jawa Timur sebagai pionir dalam mengembangkan sektor hilir untuk industri subsitusi impor.

Gubernur Jatim terpilih periode 2019-2024 ini menilai banyak komoditas yang seharusnya bisa dipenuhi sendiri dengan bahan baku yang ada dari dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan.

Sementara, nyatanya masih harus mengimpor dari negara lain.

"Saya ingin meningkatkan industri subsitusi impor. Langkah ini memang sudah lama diinisiasi tapi belum sukses. Sehingga industri downstream (hilir) harus ditingkatkan dan harus dimulai," kata Khofifah dalam wawancara usai menjadi pemateri di STIKES Anwar Medika, Sidoarjo, Rabu (29/8/2018).

Misalnya industri downstream kelapa sawit. Menurut Khofiah bisa belasan macamnya. Kemudian juga industri downstream gula yang menurutnya butuh dikembangkan.

Menurut Khofifah, industri downstream atau hilir seharusnya banyak sekali. Sebab selama ini di Indonesia termasuk Jawa Timur banyak industri upstream atau hulu.

"Saya ingin industri downstream bisa dikembangkan di Jawa Timur di banyak komoditas," katanya.

Baca: Risma Bertemu Bareskrim Mabes Polri secara Tertutup soal Taman Remaja, Ada Apa?

Yang menjadi prioritas adalah gula dan kelapa sawit. Sebab untuk kelapa sawit downstreamnya belum banyak dikembangkan. Selain kelapa sawit dan gula, juga bisa mengembangkan industri subsitusi impor dari coklat.

"Langkah yang kami siapkan yaitu mengajak pelaku usaha agar mau investasi di industri downstream. Serta peneliti dan lembaga, apalagi saat ini ada Dewan Riset Daerah Jawa Timur," tegasnya.

Khofifah berharap dewan riset daerah akan menjadi pusat pengembangan, inovasi dan sentra unggulan. Dewan Riset Daerah ini akan mengidentifikasi dan menyiapkan di beberapa titik untuk industri subsitusi impor yng berbasis perguruan tinggi dan bisa sinergi dengan dunia usaha.

"Sebab kita itu terbiasa bekas apa-apa itu dibuang. Padahal kulit udang, cangkangnya kepiting dan rajungan itu dibuat bahan obat lho di Cina," kata Khofifah.

Gubernur terpilih yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak ini optimistis Jawa Timur mampu mengembangkan industri subsitusi impor.

Terlebih saat ini sudah banyak wilayah Jawa Timur yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Nanti di sini yang bisa kita kembangkan lagi untuk bisa jadi kawasan industri subsitusi impir.

"Dengan begitu akan ada pengurangan impor di barang tertentu karena kita sudah siapkan subsitusinya. Dan kalau sudah jadi, kita bisa ajukan ke Kemenkeu untuk wilayah tax holiday atau bebas pajak," tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help