Sambang Kampung Medokan Asri Barat

Ingin Tetap Eksis, Lansia Medokan Asri Barat Bangun Urban Farming di Lahan Tidur

Para lansia Medokan Asri Barat RW 06 memiliki visi dan misi yang mereka genggam erat sejak karang wreda berdiri pada 2004.

Ingin Tetap Eksis, Lansia Medokan Asri Barat Bangun Urban Farming di Lahan Tidur
surya/habibur rohman
WARGA KOMPAK - Anggota Karang Wreda Medokan Asri Barat RW 06 aktif berkegiatan dan rutin melakukan pertemuan seminggu satu kali, RAbu (29/8/2018). Selain itu warga juga aktif memanfaatkan lahan kosong dengan berbagai pemanfaatannya. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Para lansia Medokan Asri Barat RW 06 memiliki visi dan misi yang mereka genggam erat sejak karang wreda berdiri pada  2004, yakni SMS alias Sehat Mandiri Sejahtera.

Tak main-main, kumpulan lansia usia 50 tahun ke atas tersebut melakukan urban farming di sebuah lahan tidur seluas 2000 meter persegi, dan menyebut diri mereka sebagai Kelompok Tani Lansia Cendrawasih.

Lahan tidur tersebut awalnya adalah rawa-rawa, namun mereka menyadari potensi hara dalam tanah tersebut, ketersediaan pasokan air, potensi warga, serta kemungkinan terbukanya kesempatan menciptakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Mereka kemudian mengusulkan kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan pengurugan lahan, yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Pematusan pada Februari 2017.

"Lalu kami mulai menanam 22 April 2017. Kami juga membuat kolam untuk budidaya lele. Kami menanam cabai, singkong, terong dan tomat. Yang dari lele, kami membuat produk nugget dan abon. Itu bagus-bagus waktu musim hujan, tapi waktu musim panas cabainya kurang bagus, kolamnya surut," tutur Muhammad Subagyo (64), Ketua RW 06 Medokan Asri Barat, Rabu (29/8/2018).

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Dwi Haryanta menjadi satu di antara akademisi yang menyadari potensi urban farming Medokan Asri Barat.

Lahan tidur ini sebenarnya seluas 7.000 meter persegi, tetapi baru dimanfaatkan 2000 meter persegi saja.

Pada sisa 5.000 meter perseginya, Dwi ingin membuatkan desain landscape yang sesuai dengan kemampuan para lansia.

"Semangat para lansia ini luar biasa, kemampuan mereka juga luar biasa. Hanya nanti kedepannya akan lebih bagus kalau dianalisa keunggulan kompetitif dan komparatif dari potensi-potensi yang ada, sehingga nanti yang dikembangkan dua atau tiga produk sebagai brand utama," jelas Dwi.

Saat ini, Kelompok Tani Lansia yang terdiri dari 40 anggota aktif itu mengembangkan pepaya, terong, cabai, pare Taiwan, serta labu.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help