Berita Surabaya

Dituntut 4 Tahun Penjara, JPU Nilai Ada Unsur Penipuan pada Pedagang Pasar Turi

JPU menilai terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan terhadap pedagang Pasar Turi.

Dituntut 4 Tahun Penjara, JPU Nilai Ada Unsur Penipuan pada Pedagang Pasar Turi
surya/sudharma adi
Sidang kasus penipuan terhadap belasan pedagang Pasar Turi sebesar Rp 1 M di PN Surabaya, Rabu (29/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terdakwa kasus penipuan terhadap belasan pedagang Pasar Turi sebesar Rp 1 M, Henry Jacosity Gunawan hanya bisa menggeleng tak percaya, ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) membaca berkas tuntutan.

Dalam persidangan itu, investor Pasar Turi ini dituntut pidana empat tahun penjara.

Pada persidangan di PN Surabaya itu, majelis hakim yang dipimpin Rochmad ini memberi kesempatan dua JPU yakni Marwiadi dan Darwis untuk membaca berkas tuntutan setebal 150 halaman ini.

Dari berkas itu, JPU menilai terdakwa yang juga pemilik PT Bumi Gala Perkasa (GBP) ini dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan terhadap pedagang Pasar Turi.

“Ini seperti tertuang dalam pasal 378 KUHP tentang penipuan,” jelas JPU Darwis, Rabu (29/8/2018).

JPU lalu menjelaskan perbuatan pidana yang dilakukan Henry Jacosity Gunawan, dimana dia menjanjikan sertifikat pada pembeli stan Pasar Turi, tapi janji itu tak pernah terealisasi.

Ada lima pertimbangan yang memberatkan dari tuntutan Henry Jacosity Gunawan.

Pertimbangan itu adalah, sikap berbelit-belit saat persidangan, tak mengakui perbuatannya dan masih terlibat tiga kasus pidana lain, satu kasus masih menempuh upaya hukum banding dan dua kasus lainnya dalam proses pelimpahan ke PN Surabaya.

“Sedangkan pertimbangan yang terakhir adalah perbuatannya telah merugikan sejumlah pedagang Pasar Turi sebesar Rp 1.013.994.500. Kami menuntut terdakwa Henry Jacosity Gunawan dengan hukuman 4 tahun penjara," urainya.

Terkait tuntutan itu, hakim Rohmad memberikan kesempatan pada terdakwa Henry maupun tim penasehat hukumnya untuk mengajukan pembelaan.

Halaman
1234
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help