Berita Surabaya

Angka Kematian Ibu Tertinggi Ada di Surabaya, Begini Kata Khofifah Indar Parawansa

permasalahan angka kematian ibu ini tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah Rumah Sakit, paramedis maupun spesialis obgyn saja

Angka Kematian Ibu Tertinggi Ada di Surabaya, Begini Kata Khofifah Indar Parawansa
Surya/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus ibu meninggal saat hamil atau melahirkan di Jawa Timur yang masih tinggi mendapatkan dari Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dari data USAID menunjukkan ada dua daerah di Jawa Timur yang angka kematian ibunya sangat tinggi dibandingkan rata-rata.

Sebanyak dua daerah itu yang tertinggi adalah Kota Surabaya sedangkan di urutan kedua adalah Kabupaten Jember. Permasalahan ini menurut Khofifah tidak bisa diabaikan begitu saja melainkan harus ditemukan format yang tepat untuk bisa mengurangi angka kematian ibu di daerah tersebut.

"Data ini baru lima hari lalu saya terima dari USAID dan yang tertinggi itu di Surabaya. Saya cukup kaget," tegas Khofifah.

Namun, Khofifah sedang meminta data itu diteliti lagi, sebab Khofifah merasa sedikit ragu.

"Saya sedang minta ke USAID untuk mengecek ulang dan mencari data lagi apa benar Surabaya daerah yang tertinggi angka kematian ibunya," kata Khofifah.

Sebab Khofifah khawatir bahwa deteksi angka tersebut dikarenakan banyak ibu hamil yang kemudian dirujuk dari daerah sekitar Surabaya ke rumah sakit di Surabaya untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Namun begitu sampai di Surabaya, karena tidak bisa tertangani atau tidak kuat ibunya maka akhirnya meninggal di perjalanan atau saat perawatan.

"Saya sedang mencari cek lagi apa benar yang tinggi ini memang dari warga Surabaya," tegasnya.

Karena sebelum menerima data dari USAID ini Khofifah mencatat ada dua daerah yang angka kematian ibu dan angka kematian bayinya terdata tertinggi.

Yang pertama angka kematian ibu tertinggi memang di Kabupaten Jember. Sedangkan angka kematian bayi tertinggi ada di Kabupaten Jombang.

"Nah selain itu dari data yang saya terima angka kematian ibu tertinggi 54 persennya terjadi saat hamil dan nifas," imbuh Khofifah.

Menurut Khofifah permasalahan angka kematian ibu ini tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah Rumah Sakit, paramedis maupun spesialis obgyn saja.

Melainkan tanggung jawab bersama sebab kesehatan ibu maupun bayi bisa dipengaruhi oleh berbagai hal sehingga harus mendapatkan intervensi yang tepat untuk permasalahan tersebut

"Makanya saya ingin ada zooming untuk bisa mendeteksi dan mengangkat desa mana secara spesifik yang menyumbang angka kematian ibu tertinggi dan apa penyebabnya sehingga kita bisa memberikan Penanganan dan pencegahan yang tepat," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help