Advertorial

60 Pelaku Koperasi dan UKM Ponorogo Ikuti Pelatihan yang Digelar Dinas Koperasi Jatim di Madiun

Ponorogo, terpilih karena Ponorogo memiliki potensi usaha koperasi dan UKM yang dapat dikembangkan.

60 Pelaku Koperasi dan UKM Ponorogo Ikuti Pelatihan yang Digelar Dinas Koperasi Jatim di Madiun
surya/rahadian bagus
Para peserta asal Ponorogo yang mengikuti kegiatan pelatihan yang digelar UPT Diklat Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, di Hotel Kartika Madiun. 

SURYA.co.id | MADIUN - UPT Diklat Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur mengadakan pelatihan bagi koperasi dan UKM seluruh Kabupaten Ponorogo. Kegiatan yang diikuti 60 peserta ini digelar selama tiga hari, 27 Agustus hingga 29 Agustus 2018, bertempat di Hotel Kartika Madiun.

Selama tiga hari para peserta mengikuti pelatihan dengan berbagai materi. Di antaranya pembuatan business plan, pengawasan koperasi, serta ketrampilan membuat kue kering, dan puding art, serta mengenai kemasan produk.

Kepala UPT Diklat Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Imam Sutrisno, mengatakan ilmu pengetahuan adalah kekuatan. Oleh sebab itu, Pemprov Jatim menambah pengetahuan para pelaku usaha koperasi dan UKM, di Ponorogo, dengan melakukan kegiatan pelatihan.

"Knowledge is Power, pengetahuan adalah kekuatan. Saat ini Pemprov Jatim, melalui UPT Diklat Koperasi dan UKM ingin mengembangkan keahlian agar menjadi kekuatan, khususnya bagi Koperasi dan UKM di Jatim," kata Imam, Senin (29/8/2018) saat membuka acara.

Dia menuturkan kegiatan pelatihan tersebut digelar di sembilan kota dan kabupaten di Jawa Timur. Ponorogo, terpilih karena Ponorogo memiliki potensi usaha koperasi dan UKM yang dapat dikembangkan.

"Saya melihat potensi koperasi dan UKM di Ponorogo cukup bagus. Banyak produk unggulan dari koperasi dan UKM di Ponorogo. Ini merupakan indikator kenapa kami memilih Ponorogo untuk dilakukan diklat," katanya.

Dia berharap, para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan selama pelatihan, untuk kemudian diaplikasikan dan juga disebarkan kepada masyarakat yang lain.

Imam menjelaskan, satu di antara materi pelatihan yang diajarkan adalah mengenai cara membuat business plan yang baik dan benar. Menurutnya, business plan adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki pelaku usaha koperasi dan UKM.

"Kenapa begitu penting, karena seringkali koperasi dan UKM hanya coba-coba, tanpa perencanan dan kajian. Business plan atau rencana bisnis sangat penting sekali dalam memulai sebuah usaha. Aspek teknis di dalam materi business plan harus dipenuhi, ini yang harus diperhatikan oleh pelaku bisnis," jelasnya.

Selain itu, para peserta juga mendapat materi mengenai pengawasan yang disampaikan oleh dua narasumber dari Widyaiswara. Pengawasan, kata Imam, juga kerap dilupakan oleh pelaku usaha koperasi.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved