Berita Banyuwangi

Peningkatan Fasilitas Kawah Ijen untuk IMF-World Bank, Pengunjung akan Dibatasi

Dalam Annual Meeting IMF-World Bank, Kawah ijen diajukan sebagai tempat wisata sekitar 2000 dari 17.000 delegasi dari seluruh dunia

Peningkatan Fasilitas Kawah Ijen untuk IMF-World Bank, Pengunjung akan Dibatasi
SURYA.co.id/Haorrahman
Kawah Ijen 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kawah Ijen Banyuwangi akan menjadi salah satu destinasi yang akan dikunjungi oleh delegasi Annual Meeting IMF-World Bank Group, yang akan digelar Oktober mendatang.

Sebagai persiapan destinasi favorit Banyuwangi tersebut, akan dilakukan pembatasan kunjungan wisatawan. ‎

Ini dilakukan karena Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, akan melakukan peningkatan kualitas sarana dan prasarana di Kawah Ijen.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muhammad Yanuarto Bramuda, pihaknya telah berkoordinasi dengan BBKSDA Jatim terkait rencana tersebut.

"Hingga saat ini Kawah Ijen tetap dibuka, sampai ada surat edaran resmi dari BBKSDA," kata Bramuda, Selasa (28/8/2018).

Bramuda mengatakan, dalam koordinasi dengan pihak BKSDA, terdapat beberapa opsi tawaran, salah satunya dengan diberlakukan pembatasan kunjungan wisatawan ke Kawah Ijen.

"Saat ini sifatnya masih tawaran. Nantinya bisa jadi diberlakukan buka tutup atau pembatasan kunjungan, karena ada pengerjaan fisik di Kawah Ijen," kata Bramuda.

Peningkatan fasilitas di antaranya seperti petunjuk lokasi, miniatur kawah, pembangunan base transceiver station (BTS), pemasangan jaringan listrik dan lainnya.

Selain itu juga ada pengerjaan fisik meliputi perbaikan jalur pendakian dan sarana pendukung, pembangunan instalasi jaringan air bersih, pembangunan pos pengendalian kebakaran hutan dan embung air.

"Pembangunan fisik ini untuk kebutuhan Annual Meeting IMF-World Bank, yang akan digelar Oktober mendatang," kata Bramuda.

Rencananya, jelas Bramusa, pembatasan kunjungan dilakukan, Kawah Ijen akan dibuka pada pukul 00.00 dinihari dan akan ditutup pada pukul 07.00 pagi.

"Selama ini Kawah Ijen buka pukul 00.00 hingga 12.00. Nantinya mulai pukul 07.00 akan ditutup, karena ada pengerjaan fisik hingga sore hari," kata Bramuda.

Pembatasan kunjungan ini rencananya, tentatif akan dilakukan pada 3 hingga 30 September 2018 mendatang.

"Itu masih sebatas tawaran. Apabila sudah diputuskan akan ada surat edaran dari BBKSDA," tambah Bramuda.

Dalam Annual Meeting IMF-World Bank, Kawah ijen diajukan sebagai tempat wisata sekitar 2000 dari 17.000 delegasi dari seluruh dunia.

Pemerintah pusat juga telah menganggarkan Rp 20 miliar untuk pengembangan infrastruktur di Kawah Ijen yang memiliki fenomena alam api biru.

Selain Kawah Ijen, Pantai Plengkung, di Taman Nasional Alas Purwo, juga dilakukan peningkatan infrastruktur, karena juga akan dikunjungi delegasi IMF-World Bank.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved