Berita Surabaya

IPW Dukung Polri Bersikap Tegas Terhadap Dua Kelompok Pro dan Kontra Jelang Pemilihan Presiden 2019

Pihaknya meminta semua pihak manapun untuk menahan diri agar konflik orizontal tidak terjadi menjelang Pilpres 2019.

IPW Dukung Polri Bersikap Tegas Terhadap Dua Kelompok Pro dan Kontra Jelang Pemilihan Presiden 2019
surya/mohammad romadoni
Polisi membubarkan massa aksi damai #2019 Ganti Presiden di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (26/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Indonesia Police Watch (IPW) sepenuhnya mendukung Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Polda Jawa Timur untuk bersikap tegas terhadap kelompok pro dan kontra gerakan #2019 ganti Presiden.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane menjelaskan gerakan deklarasi seperti di Pekanbaru dan Surabaya mengganggu ketertiban masyarakat dan membuat keresahan sosial.

Sebab, adanya aksi dari kedua kelompok berdampak terhadap masyarakat setempat yang mengancaman keamanan di wilayahnya.

Pihaknya meminta semua pihak manapun untuk menahan diri agar konflik orizontal tidak terjadi menjelang Pilpres 2019.

"Polri jangan ragu untuk bersikap tegas, IPW mendukung penuh sikap aparatur Kepolisian untuk bersikap tegas dan profesional," ujarnya saat dihubungi SURYA.co.id, Selasa (28/8/2018).

Neta menanggapi keputusan Polda Jatim yang tidak menerbitkan STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) untuk kedua kelompok di Surabaya.

Menurut dia, kegiatan menyampaikan pendapat dimuka umum memang tidak ada satu pun UU yang melarang aktivitas kedua kelompok.

Kendati begitu, aktivitas kedua kelompok berpotensi memunculkan konflik hingga berpotensi menimbulkan kekacauan sosial.

Karena itulah, Polri bisa bertindak tegas untuk menghentikan semua kegiatan kedua kelompok tersebut.

"Untuk menghindari benturan kedua kelompok yang bisa mengganggu ketertiban sosial, Polda Jatim lalu bersikap tidak menerbitkan STTP," ucapnya.

Masih kata Neta Polda Jatim tentunya punya aparatur intelijen yang sudah melakukan deteksi dini terhadap situasi dan ancaman Kamtibmas di daerahnya.

"Melihat makin panasnya perseteruan kedua kelompok, ke depan Polda Jatim jangan mengeluarkan STTP untuk keduanya sehingga Kepolisian benar-benar profesional," tukasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help