Berita Surabaya

Bertemu Kementerian Desa, Ini Permintaan Gubernur Jatim Terpilih Khofifah Indar Parawansa

Dalam kesempatan itu, Khofifah ingin agar Kementerian Desa bisa ikut memberikan perhatian pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan.

Bertemu Kementerian Desa, Ini Permintaan Gubernur Jatim Terpilih Khofifah Indar Parawansa
surya/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa1 bertemu dengan Sekjend Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi, dalam kegiatan rapat evaluasi dengan kementerian/lembaga, perguruan tinggi, swasta dan organisasi tahun 2018 di Hotel Swiss Bellin, Surabaya, Selasa (28/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa terus melakukan  komunikasi strategis dengan sejumlah pihak untuk menjalankan navigasi program sebelum dilantik pada Maret 2019 mendatang. 

Hari ini, Selasa (28/8/2018), Khofifah bertemu dengan Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,  dan Transmigrasi, Anwar Sanusi, dalam kegiatan rapat evaluasi dengan kementerian/lembaga, perguruan tinggi,  swasta dan organisasi tahun 2018 di Hotel Swiss Bellin,  Surabaya.  

Dalam kesempatan itu, Khofifah ingin agar Kementerian Desa bisa ikut memberikan perhatian pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

"Data survei Maret 2018 yang baru dirilis Juni 2018 menunjukkan kemiskinan di Jawa Timur menggelembung di pedesaan. Ada sebanyak 15,13 persen kemiskinan di desa, sedangkan di kota separonya," kata Khofifah di depan Sekjen Kemendes. 

Bahkan, masih dari data yang sama, dalam setahun secara nasional ada penurunan kemiskinan sebanyak 630 ribu.

Dari jumlah itu, dibandingkan Jawa Barat dan Jawa Tengah, Jawa Timur paling sedikit masyarakat yang terentaskan dari kemiskinan

Di mana Jawa Tengah bisa mengentaskan orang miskin sebanyak 300 ribu, sedangkan untuk Jawa Barat bisa mengentaskan sebanyak 130 ribu, dan untuk Jawa Timur hanya bisa mengentaskan hanya sekitar 73 ribu. 

"Maka butuh dipetakan detail, mana desa yang memberikan kontribusi kedalaman kemiskinan, mana yang memberikan kontribusi angka putus sekolah, dan mana yang memberikan kontribusi bertambahnya kemiskinan," tegas Khofifah

Langkah tersebut disebut Khofifah sebagai 'zooming' untuk mendapatkan pemetaan yang jelas terhadap masalah kemiskinan di pedesaan yang terjadi di Jawa Timur. 

"Kalau tidak dipetakan detail, maka akan sepyur-sepyur nggak signifikan penanganannya," imbuh Khofifah

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help