Berita Pasuruan

Temuan Tumpukan Batu Bata di Candi Wates Pasuruan, Jadi Lokasi Wisata 'Dadakan'

Dia menyampaikan, saat ini, temuan situs purbakala berubah menjadi wisata dadakan. Banyak orang yang tiba-tiba datang hanya sekadar penasaran

Temuan Tumpukan Batu Bata di Candi Wates Pasuruan, Jadi Lokasi Wisata 'Dadakan'
surya/galih lintartika
Tumpukan batu bata di Dusun Kalongan Lor, Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kepala Desa Candi Wates Achmad Irfan menegaskan, sebelum Tim BPCB Trowulan datang lokasi temuan tumpukan batu bata ini, pihaknya sudah menghimbau masyarakat untuk ikut menjaga dan mengamankan temuan ini.

"Saya sudah sampaikan ke masyarakat untuk dijaga dan diamankan situs ini. Jadi, saya kira setelah ini dipastikan sebagai situs purbakala masyarakat akan menjaga dan mengamankan. Bahkan kemungkinan akan diperketat pengamanan dan penjagaan situs ini setelah dinyatakan situs purbakal," katanya kepada SURYA.co.id, Senin (28/8/2018)

Ia menjelaskan, penjagaan dilakukan selama 24 jam.

Kata dia, masyarakat melakukannya secara sukarela dan bergotong-royong.

Jadi, penjagaannya dilakukan secara bergantian.

Tidak ada pemaksaan, tapi masyarakat ikhlas melakukan penjagaan situs ini selama 24 jam.

"Penjagaan ini dilakukan secara bergantian, ada yang jaga pagi, siang dan malam. Bahkan, di lokasi temuan, kami pasang garis semacam garis police line. Tujuannya agar pengunjung atau siapapun tidak bisa mendekat lokasi temuan utama tumpukan batu bata ini," paparnya.

Dia menyampaikan, saat ini, temuan situs purbakala berubah menjadi wisata dadakan.

Banyak orang yang tiba-tiba datang hanya sekadar penasaran dengan temuan ini.

"Makanya kami harus menjaga dan membatasi akses pengunjung di sini. Biar situs ini tidak rusak dan tetap terjaga. Bahkan, karang taruna menyiapkan lahan parkir bagi yang mau melihat situs ini," terangnya.

Kades ini menambahkan, penjagaan ini dilakukan selain untuk menjaga, juga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, misalkan pencurian, atau hal lain di lokasi temuan situs ini.

"Saya sudah sampaikan ke masyarakat, semisal ada hal-hal yang mencurigakan terjadi di sini, segera melaporkan ke pihak desa setempat. Jadi jangan sampai situs ini rusak atau kenapa-kenapa," tutupnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved