Single Focus

Sepeda Listrik Migo Lebih Pas untuk Acara Santai

“Namun itu tak efektif. Saya pun tertarik dengan sepeda listrik ini karena murah dan tak bikin capek.”

Sepeda Listrik Migo Lebih Pas untuk Acara Santai
SURYAOnline/ahmad zaimul haq
RAMAH LINGKUNGAN - Lailani Fitrah (20) saat berkeliling kota dengan sepeda listrik (Electric Bike/e-bike) Migo, Rabu (22/8/2018). Migo bisa disewa menggunakan aplikasi lewat gadget dengan tarif 2.000 per jam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Maraknya penggunaan sepeda listrik Migo mulai dirasakan sebagian warga Surabaya. Mereka memanfaatkan sepeda listrik saat ingin bersantai atau berkeliling ke tempat wisata di area Surabaya.

Ini seperti pengakuan Fadjar Kussudarto (35), warga Jl Kertajaya Gg 7. Karyawan di TK Darussalam Gunung Anyar ini sering menggunakan sepeda listrik karena kondisi matanya yang kurang jelas penglihatannya.

“Saya pakai ketika santai atau saat pulang dari tempat kerja,” ujarnya, Senin (27/8/2018).

Selama ini dia selalu memakai sepeda motor dari rumah ke sekolah TK tersebut. Namun setelah operasi mata kanannya, penglihatannya tak bisa pulih sediakala, Fajar pun memilih mengendarai sepeda pancal ke tempat kerjanya.

“Namun itu tak efektif. Saya pun tertarik dengan sepeda listrik ini karena murah dan tak bikin capek,” ujarnya.

Dengan kecepatan maksimal 40 km/jam, dia menyewa sepeda listrik dari substation Migo di Gunung Anyar menuju tempat kerjanya. Usai kerja, dia bisa pulang ke rumahnya setiap seminggu sekali.

“Saya bisa manfaatkan untuk mengantar barang atau sekadar berkendara santai. Paling jauh saya berkendara dari sekolah sampai Pakuwon City atau sekira 20 km,” tuturnya.

Dia pun juga mengaku, mengendarai sepeda listrik ini memang lebih hemat daripada dengan sepeda motor. Jika dihitung pengeluaran BBM selama sebulan, maka bisa habis Rp 100 ribu. Ini berbeda jika mengendarai sepeda listrik, pengeluaran tak sampai Rp 100 ribu.

“Itupun ada bonus dari Migo ketika langsung top up Rp 100 ribu. Ini memang lebih efisien ketika dibuat santai,” katanya.

Hal senada diutarakan Uripan (25), warga Jl Gunung Anyar Tengah ini. Dia memang baru sekira tiga kali mencoba sepeda listrik ini. Meski baru mencoba, namun dia mengaku sepeda ini sangat efisien ketika dipakai untuk bersantai atau tak diburu-buru pekerjaan.

“Memang enak waktu dipakai berkendara keliling kampung atau sekadar jalan-jalan dengan anak,” ujar pria berprofesi satpam ini.

Uripan mengaku bisa berkendara santai dengan sepeda listrik ini hingga 10-15 menit. Tak hanya santai, sepeda ini juga hemat energi karena tak pakai BBM, serta ramah lingkungan. Hanya, sepeda ini tak bisa dipakai untuk berangkat ke kantor atau mengantar anak sekolah. “Kalau dibuat santai, sepeda listrik ini sangat cocok,” pungkasnya. 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved