Single Focus

Pengguna : Sepeda Listrik Migo Cocok Untuk Bersantai

Penggunaan sepeda listrik Migo di Surabaya perlahan mulai populer. Banyak pengguna yang memanfaatkannya untuk bersantai.

Pengguna : Sepeda Listrik Migo Cocok Untuk Bersantai
SURYAOnline/ahmad zaimul haq
Sepeda listrik Migo 

SURYA.co.id | SURABAYA - Maraknya penggunaan sepeda listrik Migo memang mulai dirasakan sebagian warga Surabaya. Mereka memanfaatkan sepeda listrik ini ketika ingin bersantai atau berkeliling ke tempat wisata di area Surabaya.

Ini seperti pengakuan Fadjar Kussudarto (35), warga Jl Kertajaya Gg 7.

Karyawan di TK Darussalam Gunung Anyar ini sering menggunakan sepeda listrik ini karena kondisi matanya yang kurang jelas penglihatannya.

“Saya pakai ketika santai atau saat pulang dari tempat kerja di TK Darussalam,” ujarnya, Senin (27/8).

Selama ini dia selalu memakai sepeda motor dari rumah ke sekolah TK itu. Namun setelah operasi mata kanannya, penglihatannya tak bisa pulih sediakala. Fajar pun memilih mengendarai sepeda pancal ke tempat kerjanya setiap hari.

“Namun itu tak efektif. Saya pun tertarik dengan sepeda listrik ini karena murah dan tak bikin capek,” ujarnya.

Dengan kecepatan maksimal 40 km/jam, dia menyewa sepeda listrik ini dari substation Migo di Gunung Anyar menuju tempat kerjanya. Usai kerja, dia bisa pulang ke rumahnya setiap seminggu sekali.

“Saya bisa manfaatkan untuk mengantar barang atau sekadar berkendara santai. Paling jauh saya berkendara dari sekolah sampai Pakuwon City atau sekira 20 km,” tuturnya.

Dia pun juga mengaku, mengendarai sepeda listrik ini memang lebih hemat daripada dengan sepeda motor. Jika dihitung pengeluaran BBM selama sebulan, maka bisa habis Rp 100 ribu. Ini berbeda saat mengendarai sepeda listrik, dimana pengeluaran tak sampai Rp 100 ribu.

“Itupun ada bonus dari Migo ketika langsung top up Rp 100 ribu. Ini memang lebih efisien ketika dibuat santai,” katanya.

Hal senada juga diutarakan Uripan (25), warga Jl Gunung Anyar Tengah ini. Dia memang baru sekira tiga kali mencoba sepeda listrik ini. Meski baru mencoba, namun dia mengaku sepeda ini sangat efisien ketika dipakai untuk bersantai atau tak diburu-buru pekerjaan.

“Memang enak waktu dipakai berkendara keliling kampung atau sekadar jalan-jalan dengan anak,” ujar pria yang jadi satpam ini.

Uripan mengaku bisa berkendara santai dengan sepeda listrik ini hingga 10-15 menit. Tak hanya santai, sepeda ini juga hemat energi karena tak pakai BBM, serta ramah lingkungan. Hanya saja, sepeda ini tak bisa dipakai untuk berangkat ke kantor atau mengantar anak sekolah.

“Kalau dibuat santai, sepeda listrik ini sangat cocok,” pungkasnya. 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved