Single Focus

Migo Gagal Sasar Tempat Strategis 

Kehadiran Migo sebagai e-Bike Sharing akan menjadi salah satu pilihan bagi warga kota ini memilih moda transportasi di jalan.

Migo Gagal Sasar Tempat Strategis 
SURYAOnline/ahmad zaimul haq
Difa Alfinuri Frida (21), jaket merah saat akan berkeliling kota dengan sepeda listrik (Electric Bike/e-bike) Migo, Rabu (22/8/2018). Migo bisa disewa menggunakan aplikasi lewat gadget dengan tarif 2000 per jam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kehadiran Migo sebagai e-Bike Sharing akan menjadi salah satu pilihan bagi warga kota ini memilih moda transportasi di jalan. Bahkan perusahaan startup China ini telah mengincar sejumlah tempat-tempat strategis.

Salah satunya adalah sejumlah terminal di kota Surabaya. Bahkan gedung parkir atau Park and Ride Mayjen Sungkono juga menjadi incaran mereka agar warga bisa dengan mudah mendapatkan layanan sewa sepeda listrik berbasis aplikasi ini. 

Namun, incaran Migo mendapat tempat di fasilitas menjanjikan milik Pemkot Surabaya itu gagal. "Kami sudah hendak membuat MoU dengan Dishub di Park and ride. Tapi ditunda karena alasannya gedung mau direnovasi," kata Yonita Eka Sudarto, bagian Marketing Migo, Senin (28/8/2018).

Tidak hanya di gedung parkiran  yang banyak dijadikan jujugan tempat parkir pegawai. Migo mengaku juga telah mengincar sejumlah tempat lain seperti terminal. Sebab pengguna angkutan umum perlu mendapat layanan untuk bisa menyambung hingga ke tempat tujuan. 

Namun, semua harapan itu belum bisa direalisasikan. Yonita mengaku bahwa pihaknya pada awal-awal kedatangannya di Surabaya sudah langsung berkoordinasi dengan Dishub. Sebab sepeda listrik itu Sudah bisa dikategorikan kendaraan bermotor. 

 Termasuk untuk menjajaki kerja sama dengan Dishub terkait pengembangan bisnis yang akan menggunakan fasilitas umum.

"Namun khusus masuk menggunakan fasilitas di dalam atau seputaran terminal belum sampai ke sana," kata Yonita. 

 Namun, areal terminal, stasiun, menjadi incaran utama Migo. Saat ini, di sekitar Terminal Joyoboyo ada fasilitas Migo. Begitu juga dekat areal Staisun Gubeng. Meski belum bisa sangat dekat dengan keduanya. 

 Sementara itu, Kepala Dishub Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat tidak melarang sepeda listrik Migo memanfaatkan fasilitas yang ada di Kota Surabaya. Namun mereka diminta tertib dan tidak menumpuk di jalan umum. 

 "Kalau mau memanfaatkan fasilitas umum areal parkir silakan. Kami tidak melarang. Akan diberlakukan sama dengan pengguna motor dan harus taat ketentuan parkir di tepi jalan umum," kata Irvan. 

 Namun, kalau mau memanfaatkan fasilitas umum di areal Terminal tidak bisa semudah itu. Harus ada prosedur yang wajib dilalui. Mereka harus resmi menyewa sebagai Tenant dan berlalu sistem sewa. Hasilnya akan jadi pendapatan kota.

"Silakan memanfaatkan lahan parkir seperti pengguna motor parkir. Akan diperlakukan tarif parkir sesuai ketentuan," kata Irvan. 

Soal Dishub menolak kerja sama dengan Migo, Irvan menandaskan bahwa setiap fasilitas umum harus melalui prosedur. Disebutkan Irvan bahwa Migo hanya akan menggunakan sistem bagi hasil. Sementara Dishub ingin sewa yang sah.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved