Berita Madiun

Dilelang KPK, Aset Tanah Milik Mantan Wali Kota Madiun Tidak Laku

karena tidak laku, dua aset milik Bambang Irianto itu dikembalikan ke KPK selaku pihak yang mengajukan lelang.

Dilelang KPK, Aset Tanah Milik Mantan Wali Kota Madiun Tidak Laku
surya/rahadian bagus
Tanah dan bangunan di Jalan Sikatan, Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, seluas 4.002 meter persegi milik mantan Wali Kota Bambang Irianto yang dilelang KPK 

SURYA.co.id | MADIUN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun, melelang dua bidang tanah senilai Rp 16 miliar milik terpidana korupsi mantan Wali Kota Madiun, Bambang Irianto. Namun, hingga batas penutupan lelang, 14 Agustus 2018, dua aset milik Bambang Irianto belum ada yang menawar.

"Hingga batas penutupan lelang 14 Agustus, tak satupun yang mengajukan penawaran. Padahal pengumuman lelang sudah sejak pertengahan Juli 2018," kata Kepala KPKNL Madiun, Adi Wibowo, Senin (27/8/2018).

Dua aset milik terpidana korupsi Bambang Irianto berupa sebidang tanah dan bangunan di Jalan Sikatan, Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo seluas 4.002 meter persegi. Tanah beserta bangunan itu dilelang dengan harga penawaran minimal sebesar Rp 9.979.654.000.

Sedangkan aset kedua, berupa dua bidang tanah di Jalan Tanjung Raya, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, dengan luas masing-masing 493 meter persegi dan 2.769 meter persegi. Dua bidang tanah ini dilelang dengan harga penawaran minimal sebesar Rp 6.201.356.000.

"Jadi total aset yang dilelang sekitar Rp 16 miliar," sambungnya.

Sejak diumumkan hingga batas penutupan lelang, hanya ada beberapa orang yang menanyakan harga aset tersebut. Namun, tidak ada satupun orang yang mengajukan penawaran.

Padahal, KPKNL Madiun sudah mengumumkan pelelangan aset terpidana korupsi, Bambang Irianto secara online, dan juga melalui media cetak.

Menurutnya, belum adanya orang yang menawar dua aset tersebut karena harga aset cukup tinggi. Namun, ia memastikan harga yang ditawarkan itu sudah sesuai perhitungan tim appraisal dari KPK.

"Kalau soal tanah kan terkadang cocok-cocokan, tidak bisa langsung laku," jelas dia.

Dijelaskan Adi, proses lelang aset menggunakan metode closed bidding dengan penawaran secara tertulis tanpa kehadiran peserta lelang.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help