Berita Bojonegoro

Curi Motor, Kepala Dusun di Tuban Diringkus Polisi

Basar, seorang kepala dusun di Tuban tertangkap polisi karena mencuri motor di Bojonegoro. Duh....

Curi Motor, Kepala Dusun di Tuban Diringkus Polisi
tribunnews.com
ilustrasi pencurian motor 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Curi Motor, Perangkat Desa di Tuban Diringkus Petugas Petugas Polsek Baureno menangkap pelaku pencurian sepeda motor, warga Desa Banyubang, Kecamatan Grabakan, Kabupaten Tuban.

Pelaku yang diamankan adalah Basar (37) yang tak lain merupakan Perangkat Desa yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dusun (Kasun).

Kasubbag Humas Polres Bojonegoro AKP Sri Ismawati, mengatakan bahwa pencurian terjadi Rabu (22/8/2018) pukul 22.30 WIB.

Saat itu, korban M. Adi Cahyono (18) warga Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno datang ke warung kopi desa setempat, dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R nopol N 4366 AX.

Kemudian, saat masuk warung kunci motor tak dicabut dan ditinggal begitu saja.

"Seusai memesan dan hendak pulang, korban mengetahui motornya sudah tidak ada di tempat alias hilang. Hingga akhirnya korban melapor ke Polsek Baureno," ujar Kasubag Humas kepada wartawan, Senin (27/8/2018).

Perwira berpangkat tiga balok di pundak itu menjelaskan, usai mendapat laporan, petugas polsek langsung melakukan penyelidikan.

Baca: Hindari Pemotor yang Mengemudi Sambil Main Ponsel, Innova Nyemplung ke Pantai

Berdasarkan informasi, warga mengetahui sepeda motor yang hilang dengan ciri-ciri yang dimaksud itu melintas di jalan raya Baureno-Bojonegoro.

Kemudian petugas langsung melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku sambil berkoordinasi dengan Polsek Grabakan.

"Pelaku akhirnya ditangkap Jumat (24/8/2018) pukul 17.00 WIB, dengan dibantu anggota Polsek Grabakan," beber Perwira pertama itu.

Dari tangan pelaku, petugas mengamakankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Vega R, STNK dan kunci kontak.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian materi senilai Rp 3,5 juta. Saat ini pelaku telah ditahan di Mapolsek Baureno, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Pelaku sudah ditahan. Perangkat desa tersebut dijerat dengan pasal 363 KUHP ancaman pidana penjara paling lama lima tahun", pungkas AKP Isma.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved