Single Focus

Rental Sepeda Listrik di Surabaya yang Belum Diminati, Cara Daftar Mitra Migo, ini Persyaratannya

Manajemen Migo menggunakan sistem terbuka untuk menjadi mitra bisnis. Siapa pun warga Surabaya bisa menjadi semacam agen.

Rental Sepeda Listrik di Surabaya yang Belum Diminati, Cara Daftar Mitra Migo, ini Persyaratannya
SURYAOnline/ahmad zaimul haq
RAMAH LINGKUNGAN - Lailani Fitrah (20) dan Difa Alfinuri Frida (21), jaket merah saat berkeliling kota dengan sepeda listrik (Electric Bike/e-bike) Migo, Rabu (22/8). Migo bisa disewa menggunakan aplikasi lewat gadget dengan tarif 2000 per jam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mitra Migo atau Substation di Surabaya itulah yang melayani para konsumen langsung. Mengambil atau menyimpan sepeda listrik di mitra Migo ini. Di tempat mitra inilah baterai di-charger. Tidak bisa dicas di tempat lain karena peralatan ada di Substation ini.

Sangat mudahnya menjadi mitra Migo, sehingga Substation Migo mudah dicari. Dari target 200 Substation kini sudah ada 120 lokasi. Mulai dari rumah-rumah warga, lokasi dekat terminal, dekat hotel, hingga kampus. 

Manajemen Migo menggunakan sistem terbuka untuk menjadi mitra bisnis. Siapa pun warga Surabaya bisa menjadi semacam agen untuk ikut melayani rental sepeda listrik berbasis aplikasi ini. 

Syaratnya begitu menggiurkan. Calon mitra Migo mendaftar gratis. Syaratnya harus punya tempat minimal 4 x 2 meter. Lokasi dengan akses mudah diutamakan. Apalagi di tengah keramaian.

Migo akan melakukan survei untuk memastikan warga Surabaya bisa menjadi mitra Migo. Setelah dinyatakan laik, mitra Migo akan dikirim 5 unit sepeda listrik. Lengkap dengan alat Charger Migo. 

"Listrik yang biayai juga Migo sendiri. Akan ada speedometer (kwh) sendiri di rumah mitra. Setiap mitra seperti saya berhak atas uang bulanan Rp 2 juta per bulan," kata Bambang Indra, mitra Migo yang berada di Jl Bhaskara Selatan Mulyosari.

Namun, rumah mitra Migo itu harus menyala neon boks bertuliskan Migo. Di tempat mitra inilah semua Migo dari berbagai tempat bisa diletakkan untuk diisi baterai atau ditukar saat Migo mengalami masalah. Sejauh unit sepeda listrik masih ada. 

Para mitra Migo yang sudah setahun menjadi mitra bisnis mengakui bahwa mereka harus berjuang keras agar Migo itu bisa diterima masyarakat luas. Namun, hingga saat ini animo dan respons warga Surabaya masih belum tinggi. Belum banyak yang minat.

 Bambang menyebut dirinya telah berjuang keras mengajak warga menyambut baik Migo. Hasilnya lumayan bagus. "Namun warga masih menganggap bahwa Migo adalah sepeda mainan. Bukan alternatif moda transportasi," kata Bambang. 

Padahal seharusnya Migo diperuntukkan bagi pengguna dewasa. Sebab harus melalui aplikais, sehingga minimal pengguna harus berusia minimal 17 tahun. Kenyataannya malah banyak usia anak-anak yang menyewa.

Hingga saat ini dari 1.000 unit Migo ada 7.600 penyewa aktif. Namun, hanya beberapa jam. Mereka dari kalangan mahasiswa, ibu rumah tangga, anak kos, hingga tamu hotel. Sementara downlouder aplikasi Migo sebanyak 27.000.  

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved