Berita Gresik

Puluhan Pohon Penghijauan di Gresik Jadi Korban Proyek Saluran, Pemkab Siap Ganti Pohon Jenis ini

Pemerintah Kabupaten Gresik menebang belasan pohon penghijauan di Kota Gresik untuk memasang proyek saluran air menggunakan box culvert.

Puluhan Pohon Penghijauan di Gresik Jadi Korban Proyek Saluran, Pemkab Siap Ganti Pohon Jenis ini
SURYAOnline/Sugiyono
GERSANG - Proyek saluran di Jl Dr Soetomo Gresik menjadikan sejumlah pohon tebang akibatnya lokasi itu terlihat gersang, Minggu (26/8/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik menebang belasan pohon penghijauan di Kota Gresik untuk memasang proyek saluran air menggunakan box culvert. Akibatnya, lingkungan sekitar menjadi panas.

Proyek saluran air itu terpaksa harus menebang pohon angsana atau pohon sono untuk diganti dengan pohon pule.

"Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik siap mengganti dengan pohon pule," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mohamad Najikh, Minggu (26/8/2018).

Proyek saluran air yang melanjutkan dari tahun sebelumnya, saat ini telah memotong pohon sono sebanyak 15 batang. Pohon yang sudah rindang itu akan diganti dengan pohon penghijauan jenis pohon pule. "Dinas PU-TR beserta rekanan sudah pesentasi dan sanggup mengganti pohon sono dengan pohon pile," katanya.

Lebih lanjut, Najikh mengatakan bahwa penggantian pohon sono dengan pohon pule itu sudah dilakukan survei, sehingga lebih baik ditanam pohon pule daripada tetap menanam pohon sono. "Kami sudah survei untuk penggantian jenis pohon penghijauan. Kita ingin yang terbaik untuk penghijauan kota Gresik dan bangunan warga tidak terganggu akar tanaman penghijauan," imbuhnya.

Sementara, warga yang tinggal di sekitar proyek saluran air di Jl dr Sutomo Kecamatan Gresik mengatakan bahwa akibat pohon penghijauan ditebang, lingkungan menjadi panas.

"Sejak ada proyek saluran air dan ada pemotongan tanaman penghijauan, lingkungan sini menjadi panas. Apalagi ada dua pohon penghijauan yang ditanam itu mati dan belum diganti," kata Asrori, penjaga warung kopi yang setiap hari merasakan panasnya lingkungan setelah pemotongan tanaman penghijauan. (ugy/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved