Berita Mojokerto

Bidan Utami Mengaku Baru Pertama Kali Menjual Obat Pengugur Kandungan

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sepasang kekasih sempat membuat geger warga Mojokerto lantaran menaruh bayi di dalam jok motor

Bidan Utami Mengaku Baru Pertama Kali Menjual Obat Pengugur Kandungan
SURYA.co.id/Danendra Kusumawardana
Nursaadah Utami Pratiwi (25) didampingi Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata saat press release di Mapolres Mojokerto, Jumat (24/8/2018). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, oknum bidan yang menyuplai obat pengggugur kandungan jenis gastrul ke Dimas dan Cicik tersebut adalah Nursaadah Utami Pratiwi (25), warga Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumut.

Utami ternyata teman sekaligus tetangga Dimas di Desa Cagak Agung, Cerme, Gresik, sebelum pindah ke Sumatera Utara untuk berdinas.

Baca: Bidan di Sumatera Bantu Sepasang Kekasih di Mojokerto untuk Aborsi Dibekuk Polisi

Leonardus mengatakan, Utami diringkus di tempat tinggalnya pada Rabu (22/8/2018).

"Tersangka mengaku memberikan saran kepada pasangan kekasih tersebut untuk menggugurkan kandungan menggunakan obat," kata Leonardus.

Leonardus menjelaskan, Dimas menghubungi Utami sekira sebulan sebelum aksi pengguguran kandungan dilakukan pada Minggu (12/8/2018).

Selain dengan menelfon, Dimas juga memanfaatkan aplikasi pesan singkat WhatsApp untuk meminta bantuan tersangka Utami.

Utami pun menyarankan Dimas menggunakan obat untuk aborsi. Utami pun membantu menyediakan obat terlarang itu. Statusnya sebagai bidan memudahkan jalannya mendapatkan gastrul obat penggugur kandungan.

"Obat ini sebenarnya tidak dijual bebas karena obat keras. Tersangka membeli di apotik sebagai bidan sehingga mudah mendapatkannya. Tersangka mendapatkan untung Rp 400 ribu," jelasnya.

Setelah obat di tangan Dimas, Utami memberikan arahan tentang tata cara menggunakan obat tersebut. Menurut Leonardus, Utami baru pertama kalinya menjual obat penggugur kandungan secara ilegal.

"Akibat perbuatannya, Utami dijerat dengan Pasal 77 a ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 194 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan subsider Pasal 56 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar," tutupnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sepasang kekasih sempat membuat geger warga Mojokerto lantaran menaruh bayi di dalam jok motor. Sepasang kekasih itu adalah Dimas Sabhra Listianto (21) dan Cicik Rocmatul Hidayati (21).

Sebelumnya mereka melakukan praktik aborsi menggunakan bantuan obat penggugur kandungan jenis gastrul. Aborsi dilakukan di kawasan villa Pacet, Minggu (12/8/2018).

Cicik menenggak 5 butir obat gastrul secara berkala, diarahkan langsung oleh penyuplai obat bernama Utami. Senin (13/8/2018) bayi tersebut lahir. Dimas terkejut melihat bayi tersebut masih hidup. Ia panik dan ingin menyelamatkan bayi tersebut dengan membawanya ke Puskesmas Gayaman.

Namun, karena panik dan melihat cicik dalam kondisi lemas. Dimas pun memasukkan bayi laki-laki itu ke jok. Naas, diduga kehabisan oksigen nyawa bayi tersebut tak dapat ditolong.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved