Berita Surabaya

Polda Jatim Ungkap Dampak Pernyataan 'Security Warning' dari Australia Terkait Serangan Teroris

Security warning tidak terjadi di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya maupun di wilayah lainnya di Jawa Timur.

Polda Jatim Ungkap Dampak Pernyataan 'Security Warning' dari Australia Terkait Serangan Teroris
Surya/Mohammad Romadoni
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pernyataan Australia secara sepihak terkait security warning indikasi adanya serangan teroris di Indonesia berpotensi berdampak pada kondisifitas keamanan di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, mereka (Australia) mengeluarkan security warning sehingga beberapa media setempat mengambil itu yang menjadi rujukan terkait keadaan situasi di wilayah Jawa Timur.

"Sangat menyesalkan hal ini sebagai hubungan baik antara Australia dengan Indonesia dan Polda Jatim yang mendapat kewenangan menjaga keamanan Jawa Timur tidak pernah mendapat masukkan dari Konjen Australia," ujar Barung di Mapolda Jatim, Jumat (24/8/2018).

Barung memastikan, security warning tidak terjadi di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya maupun di wilayah lainnya di Jawa Timur.

"Meski begitu, ini akan dilakukan oleh Polda Jatim Mabes Polri untuk kekuatan penuh dalam rangka menciptakan situasi yang aman seperti diinginkan masyarakat," kata Barung.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menegaskan security warning terkait indikasi adanya serangan teroris di Indonesia mutlak dikeluarkan oleh pihak Australia.

Security warning ini mencuat setelah pembatalan sepihak oleh Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Mr. Chris Barnes pada peresmian pusat informasi tentang Australia (AussieBanget Corner) di ruang perpustakaan Kampus B Universitas Airlangga (UNAIR) Jalan Darmawangsa Surabaya, Kamis (23/8/2018) kemarin.

Rencananya pihak perwakilan Konjen Australia akan datang ke Polda Jawa Timur untuk berkoordinasi terkait persoalan ini. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help