Berita Bondowoso

Klaster Kopi Bondowoso Dampingan BI Jatim Juga Didorong Mampu Naikkan Volume Ekspor

Menurut Kepala BI KPw Jatim, Difi Ahmad Johansyah, potensi kopi di Indonesia, khususnya Bondowoso, sangat luas dan besar.

Klaster Kopi Bondowoso Dampingan BI Jatim Juga Didorong Mampu Naikkan Volume Ekspor
surya/sri handi lestari
Bupati Bondowoso Amin Said Husni bersama Kepala BI KPw Jatim, Difi Ahmad Johansyah. 

SURYA.co.id | BONDOWOSO - Selain produk beras organik, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur (BI KPw Jatim) melalui BI KPw Jember juga memberikan dorongan kepada klaster binaan produk kopi Bondowoso untuk tembus pasar ekspor. Menurut Kepala BI KPw Jatim, Difi Ahmad Johansyah, potensi kopi di Indonesia, khususnya Bondowoso, sangat luas dan besar.

"Termasuk di Jatim ini, ada macam-macam kopi. Daerah yang memiliki perhatian besar pada industri kopi dengan melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui anggaran pengembangan dan program-program pendukungnya, salah satunya Kabupaten Bondowoso ini," kata Difi di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Kamis (23/8/2018) malam.

Bondowoso juga sudah menyatakan sebagai daerah dengan mengukuhkan Bupatinya sebagai Presiden Republik Kopi. Bahkan di akhir pekan ini, Bondowoso menggelar Festival Kopi Nusantara di Alun-Alun Bondowoso yang puncaknya pada Sabtu (25/8/2018).

Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, mengatakan bahwa keberadaan tanaman kopi di wilayah Bondowoso sudah sangat lama dan terus berkembang.

"Karena pengembangan tidak bisa dilakukan di seluruh wilayah Bondowoso, akhirnya sejak tahun 2011 Pemkab menfokuskan pengambangan kopi Arabika di lereng gunung Ijen yang berada diatas ketinggian seribu kilometer dari permukaan laut," jelas Amin.

Pengembangan klaster kopi di tahun itu, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dibuat Pemkab Bondowoso bersama tujuh pihak, BI KPw Jember, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember, Bank Jatim, Perhutani, Asosiasi Pengusaha Kopi Indonesia dan mitra pemasaran eksportir.

Selanjutnya, Pemkab juga memilih desa untuk menjadi desa dengan sebutan Kampung Kopi.

"Desa terpilih ini untuk mengembangkan kopi dan menjadi Wisata Kampung Kopi. Disana tidak hanya mengembangkan kopi asalan. Dan sejak ditandatangani kesepakatan tersebut, usaha kopi terus berkembang, terutama dengan adanya pendampingan dari Puslitkoka Jember tentang bagaimana menanam, menjemur hingga processing, hulu hingga hilir,” jelas Amin.

Wisata Kampung Kopi yang diresmikan pada Desember 2017 ini berada di sepanjang Jalan Pelita, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Kota Bondowoso.

Di sana ada berpuluh kafe, baik kecil ataupun besar yang menjual beraneka ragam kopi khas Bondowoso. Menurutnya, kafe-kafe tersebut sebagian besar dikelola anak muda.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved