Berita Pasuruan

Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan Yakini Temuan Batu Bata di Prigen Situs Purbakala

Irfan menjelaskan pihaknya sudah mengirimkan surat resmi ke BPCB Trowulan, tinggal menunggu jawaban dari BPCB dan tim arkeolog

Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan Yakini Temuan Batu Bata di Prigen Situs Purbakala
surya/galih lintartika
Temuan batu bata di kebun milik Prawoto di Dusun Kalongan Wetan, Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jumat (24/8/2018) 

SURYA.co.id | PASURUAN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan bersama Kepala Desa Candi Wates memeriksa dan mengecek temuan batu bata di kebun milik Prawoto di Dusun Kalongan Wetan, Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jumat (24/8/2018).

Pengecekan itu dilakukan menyusul laporan temuan tumpukan batu bata yang diduga kuat merupakan situs purbakala peninggalan zaman kerajaan di kebun milik Prawoto seluas 250 meter itu. Batu bata itu ditemukan Prawoto akhir pekan lalu saat yang bersangkutan sedang mencangkul persiapan menanam bawang prei.

Kepala Desa Candi Wates, Achmad Irfan, mengatakan dari hasil pengecekan itu, Dinas Pariwisata mengamini tumpukan batu bata itu sebagai situs peninggalan zaman dulu.

"Makanya, Dinas menyarankan ke kami untuk segera mengirimkan surat resmi ke tim arkeolog dan BPCB Trowulan," kata Irfan.

Irfan menjelaskan pihaknya sudah mengirimkan surat resmi ke BPCB Trowulan. Saat ini, ia hanya menunggu jawaban dari pihak BPCB dan tim arkeolog.

Ia bahkan, sudah meminta Prawoto, pemilik kebun untuk tidak melakukan aktivitas cocok tanam di kebunnya sementara ini hingga waktu yang tak ditentukan.

"Kami sterilkan sembari menunggu kedatangan tim BPCB untuk melakukan penelitian. Di lokasi, kami juga sudah memasang garis pengaman. Harapannya warga tidak mendekat, untuk mengantisipasi potensi orang tak bertanggung jawab merusak struktur temuan batu bata ini," sambungnya.

Sementara itu, Ghofur salah satu warga setempat, memperkirakan temuan batu bata ini merupakan peninggalan kerajaan Singosari.

Menurutnya, jika dilihat struktur batu bata ini menyerupai Kerajaan Singosari. Apalagi, lokasi temuan ini tak jauh dari Candi Jawi.

"Dari Candi Jawi jaraknya paling 2 km dengan lokasi temuan batu bata ini. Bisa aja ini saluran dan sambungannya. Mungkin dulu di sini ada kerajaan. Saya menduga ini saluran irigasi zaman dulu," tambah Ghofur.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help