Berita Mojokerto

Kurir Narkoba di Mojokerto Jual Sabu Sistem Ranjau, Ribut Beralasan Sabu Cepat Laku

Satuan Reserse Narkoba Polres Mojokerto Kota menangkap kurirsabu, salah satu tersangka bernama Ribut Andrianto.

Kurir Narkoba di Mojokerto Jual Sabu Sistem Ranjau, Ribut Beralasan Sabu Cepat Laku
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono (tengah) menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu, Kamis (23/8/2018). 

Surya.co.id l MOJOKERTO - Satuan Reserse Narkoba Polres Mojokerto Kota menangkap kurirsabu, salah satu tersangka bernama Ribut Andrianto.

Warga Jalan Respamuji, Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto, itu kedapatan menyimpan sabu 161.8 gram. Ribut Andrianto alias Patrik dibekuk petugas pada  16 Agustus 2018.

"Tersangka ini dikategorikan sebagai bandar. Tersangka dijerat pasal khusus 114 Ayat 2 karena kedapatan menyimpan lebih dari 10 gram sabu. ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara," kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, Kamis (23/8/2018).

Sedang Kasatres Narkoba AKP Hendro Susanto menjelaskan wilayah sasaran peredaran Ribut meliputi, Mojokerto, Jombang, dan Sidoarjo. Dari hasil pemeriksaan Ribut telah memulai bisnis jual beli sabu sejak 2 tahun yang lalu.

"Jaringannya sudah sangat terorganisir. Kami akan mengembangkan kasus ini," katanya.

Hendro melanjutkan, Ribut juga menjual sabu ke kalangan pelajar SMA maupun SMP. Hal ini yang membuat Polres Kota Mojokerto miris.

Kedepan, Polres Kota Mojokerto akan melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah jujukan tersangka dengan menggandeng stakeholder agar tak merebak luas. 

"Semua level masyarakat sasaran adalah sasarannya. Paling mengkhawatirkan lagi, tersangka sudah memasarkan ke pelakar sma dan smp, ini yang menjadi perhatian kami," ungkapnya.

Pria berpangkap tiga balok di pundak ini berawal petugas yang memantau gerak gerik Ribut selama dua bulan. Tepat tanggal 16 Agustus, ribut dibekuk anggota Satres Narkoba di depan swalayan Jalan Gajah Mada.

"Salah satu petugas memancing dengan berpura-pura membeli barang haram tersebut. Kami mengajak transaksi di depan swalayan. Dari tangan Ribut kami menyita 2 gram sabu,'' katanya.

Setelah menangkap Ribut, petugas mengembangkan kasus dan melakukan penggeledahan. Dalam penggeledahan itu, petugas mengamankan 73 gram dan 86 gram di tempat kejadian perkara Sooko.

"Kami juga berhasil menangkap satu orang kurir yang dikendalikan Ribut di Sooko,'' paparnya.

Saat diwawancarai, Ribut mengaku tergiur menjual Narkoba jenis sabu, lantaran cepat laku.

"Kalau lakunya cepat, untungnya juga banyak. Saya jual 1/4 gram dengan keuntungan Rp 50.000. Biasanya saya menggunakan sistem pengambilan barang secara ranjau (sabu diletakkan di suatu tempat kemudian diambil oleh pembeli)," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help