Bisa Menyasar Siapa Saja, Khofifah Ingatkan Kalangan Pesantren Agar Juga Waspadai Narkoba

Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kalangan pesantren untuk turut mewaspadai peredaran narkoba yang menyasar siapa saja

Bisa Menyasar Siapa Saja, Khofifah Ingatkan Kalangan Pesantren Agar Juga Waspadai Narkoba
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa saat hadir dalam acara Pengajian Umum dan Halal bi Halal Pondok Pesantren Muhyidin di Gebang Kidul Sukolilio, Kamis (23/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bahaya narkoba kini menjadi momok yang harus diwaspadai.

Termasuk di Jawa Timur sebagai provinsi yang tercatat paling tinggi tingkat kosumsi narkobanya.

Menurut Cagub Jatim Terpilih, Khofifah Indar Parawansa, harus ada upaya lebih untuk mencegah.

Hal itu disampaikan Khofifah saat hadir dalam acara Pengajian Umum dan Halal bi Halal Pondok Pesantren Muhyidin di Gebang Kidul Sukolilio, Kamis, 23 Agustus 2018. 

Menurutnya, bahaya narkoba juga perlu diwaspadai di kalangan pesantren.

"Ada anak yang dibesarkan secara baik dalam keluarga, namun di luar ia terpengaruh lingkungan yang membawa narkoba, ini bahaya sekali," kata Khofifah.

Baca: Tersenyum dan Berbahagialah Agar Jauh Dari Penyakit Stroke, Diabetes, dan Hipertensi

Ia menyontohkan, ada sejumlah kejadian di mana anak diracuni lingkungan akhirnya terjebak dalam dunia narkoba. Bahkan kado untuk pernikahan yang diberikan justru bukan kebutuhan rumah tangga pada umumnya malah narkoba yaitu kokain.

"Padahal orang yang menggunakan narkoba itu bisa mengalami kerusakan otak sampai 60 persen," ulas Khofifah.

Sejak menjadi anggota DPR RI, ia menjadi orang yang menyusun undang-undang penyalahgunaan narkoba. Ada tiga undang-undang yang ia susun. Mulai undang-undang terkait narkotika, hingga pasikotropika.

"Saya termasuk assabiqunal awwalun yang menyusun aturan itu. Maka saya tahu bahayanya narkoba itu seperti apa. Merusaknya bagaimana itu tahu," kata Khofifah.

Baca: Kebakaran Besar di Kenjeran Surabaya Bikin Seorang Terluka, Begini Kejadiannya

Oleh sebab itu, Khofifah mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan yang bebas narkoba itu adalah kewajiban bersama.

Ia mengingatkan peran orang tua untuk selalu mengetahui tentang pergaulan anak-anaknya. Termasuk juga ustadz ustadzah yang ada di pesantren.

Ke depan Khofifah ingin dengan banyaknya pihak yang turun andil dalam kegiatan aksi menolak narkoba, Jawa Timur bisa bebas dari narkoba.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan agar para orang tua juga mewaspadai tentng bahaya tsunami digital melalui gadget. Bahwa arus informasi yang diterima anak-anak melalui media sosial juga bisa berpengaruh pada pola pikir anaknya.

"Kita juga harus ajarkan anak-anak kita agar terbiasa saring sebelum sharing," pungkas Khofifah.

Baca: Kisah Jafro Megawanto Penyumbang Medali Emas Paralayang Asal Malang, Awalnya Hanya Pelipat Parasut

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help