7 Amalan Sunnah di Hari Tasyrik 11-13 Dzulhijjah, Larangan Puasa Hingga Anjuran Baca Doa Sapu Jagad

Hari Tasyrik, berlangsung pada 11-13 Dzulhijjah atau di kalender masehi jatuh pada Kamis hingga Sabtu, 23-25 Agustus 2018.

7 Amalan Sunnah di Hari Tasyrik 11-13 Dzulhijjah, Larangan Puasa Hingga Anjuran Baca Doa Sapu Jagad
Larangan puasa di hari Tasyrik. 

SURYA.co.id - Bagi umat muslim, hari setelah perayaan Idul Adha dinamakan Hari Tasyrik.

Hari Tasyrik biasanya berlangsung selama tiga hari berturut-turut setelah peryaan Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah, yaitu 11-13 Dzulhijjah atau di  kalender masehi jatuh pada Kamis hingga Sabtu, 23 - 25 Agustus 2018.

Baca: Tajir Melintir di Ibukota, Zaskia Gotik Bersikap Begini di Kampung, Lihat Tempat yang Dipakai Duduk!

Baca: Tangis Arsy Hermansyah Pecah Saat Penyembelihan Kurban, Sapinya dipotong Arsy sedih? Tanya Ashanty

Baca: Kabar Bahagia dari Sammy Simorangkir, Putera Pertamanya Baru saja Lahir, Langsung diajak Menyanyi

Dikutip dari Tribun Jogja, hari Tasyrik adalah hari larangan berpuasa bagi umat muslim.

Umat muslim pada hari Tasyrik lebih dianjurkan untuk banyak berdoa dan berdzikir.

Pada hari Tasyrik, umat Islam yang melakukan ibadah haji sedang melempar jumrah, serta umat Islam yang tidak melakukan ibadah haji sedang merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban.

Maka dari itu, umat Islam di manapu berada dilarang berpuasa di hari Tasyrik.

Hari Tasyrik disebut juga sebagai hari makan dan minum oleh Nabi Muhammad SAW.

Hal itu juga disebutkan dalam HR. Muslim, Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.

Hari Tasyrik dijadikan sebagai waktu yang isitimewa bagi Allah Ta'ala untuk memperbanyak dzikir di hari tersebut.

Dilansir dari Twibun Wow dari berbagai sumber, berikut keutamaan, larangan, dan sunah di hari Tasyrik.

Halaman
1234
Penulis: Akira Tandika
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help