Liga Indonesia

Striker Muda Persela Ini Harus Bersaing dengan Egy Maulana Vikri di Timnas U1-9 Indonesia

Vaiz menjadi salah satu dari 11 pemain baru yang bergabung dengan Timnas U-19 dalam pemusatan latihan

Striker Muda Persela Ini Harus Bersaing dengan Egy Maulana Vikri di Timnas U1-9 Indonesia
Instagrem@perselafc
Striker muda Persela Lamongan, Ghifari Vaiz Aditya 

SURYA.co.id I LAMONGAN – Striker muda Persela Lamongan, Ghifari Vaiz Aditya dianggil Timnas Indonesia U-19 untuk mengikuti pemusatan latihan di DI Yogyakarta.

Vaiz menjadi salah satu dari 11 pemain baru yang bergabung dengan Timnas U-19 dalam pemusatan latihan diluar pemain yang sebelumnya sudah mengikuti Piala AFF U-19 2018 belum lama ini.

Pemusatan latihan itu diikuti sekitar 30 pemain untuk mempersiapkan diri menghadapi Piala Asia U-19 2018 pada 18 Oktober hingga 4 November 2018 yang akan berlangsung di Indonesia. 

Melihat pemainnya dipanggil Timnas U-19 untuk pemusatan latihan, asisten pelatih Persela Lamongan, Danur Dara mengaku bangga.

 Menurutnya, pemanggilan tersebut tidak lepas dari peran tim pelatih Persela yang selalu memberikan kesempatan lebih untuk para pemain muda sehingga potensi pemain muda bisa terasah dengan baik.

“Vaiz dipanggil Timnas menjadi kebanggan untuk Persela. Memang untuk saat ini Persela sudah memberikan kesempatan pada pemain-pemain muda, salah satunya Vaiz,” ungkapnya.

Persela memang salah satu tim yang gemar menurunkan pemain-pemain muda, salain Vaiz, ada  nama Arif Satria, Birrul Walidan, Subagja Basith, Sendy Pratama, dan Saddil Ramdani. Bahkan, nama-nama tersebut selalu menjadi pilihan utama pelatih Aji Santoso.

Sementara mengenai peluang Vaiz pada persaingan Timnas U19, Danur Dara menyebut belum bisa mamastikan apakah pemainnya bisa merebut posisi utama atau tidak, namun dirinya menilai, jika Faiz bisa tampil konsisten, bukan tidak mungkin Vaiz bisa meraih posisi utama.

Di posisi striker timnas U-19, Vaiz akan bersaing dengan Hanis Saghara (Bali United), Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk), Aji Kusuma (Persika), dan M. Rafli (Mitra Kukar).

“Belum tau masalah persaingan, tapi melihat persaingan atau nama-nama di situ (Timnas U19, red), kalau Faiz bisa konsisten bisa berada di Timnas U-19,” pungkasnya.

Bagi Vaiz, pemanggilan ini menjadi seleksi keempat di Timnas Indonesia. Sebelumnya pemain kelahiran 8 Mei 1999 tersebut gagal lolos seleksi era kepelatihan Fahkri Husaini dan Eduard Tjong.

 Bahkan, tahun 2017 lalu Vaiz juga gagal di seleksi tahapan 40 besar Timnas U19 yang dilangsungkan di Sawangan, Depok.  

Tentu, dengan gagalnya di beberapa kesempatan, di pemanggilan kali menjadi motivasi tersendiri bagi Vaiz untuk bisa membuktikan kualitas dirinya memang layak bergabung dengan Timnas U19. 

Penulis: Khairul Amin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help