Berita Blitar

Muda Mudi Terciduk Sedang Pesta Miras dan Bermesraan di Malam Takbiran Idul Adha

Petugas juga menghukum para remaja untuk melakukan push up dan menghafalkan sila Pancasila.

Muda Mudi Terciduk Sedang Pesta Miras dan Bermesraan di Malam Takbiran Idul Adha
Istimewa
Puluhan remaja yang terjaring razia di malam takbiran dikumpulkan di kantor Satpol PP Kota Blitar, Selasa (21/8/2018). 

SURYA.co.id | BLITAR  - Petugas Satpol PP Kota Blitar menjaring puluhan remaja yang sedang menggelar pesta minuman keras (miras) di sejumlah tempat saat malam takbir Hari Raya Idul Adha, Selasa (21/8/2018) malam.

Para remaja yang terciduk  razia dikumpulkan di kantor Satpol PP untuk pembinaan.

Petugas menyisir sejumlah tempat di Kota Blitar yang selama ini dikeluhkan masyarakat sering digunakan untuk pesta miras dan perbuatan asusila.

Sejumlah tempat itu, di kawasan sport center, kawasan city walk Makam Bung Karno (MBK), parkiran PIPP, dan lapangan Kelurahan Bendo.

Setiap akhir pekan dan malam libur hari besar, biasanya banyak muda-mudi yang berkumpul di sejumlah kawasan itu.

Biasanya, mereka menggelar pesta miras di sejumlah kawasan itu. Sebagian lagi, menggunakan tempat itu untuk berpacaran. Kondisi sejumlah kawasan itu memang gelap.

Saat menyisir sejumlah kawasan itu, petugas mendapati puluhan remaja yang sedang menggelar pesta miras. Petugas juga mengamankan muda-mudi yang sedang bermesraan di kawasan itu.

"Total ada 60 remaja laki-laki dan perempuan yang kami amankan di sejumlah tempat itu saat malam takbiran. Mereka sedang pesta miras. Kami juga menyita beberapa botol miras di lokasi," kata Kabid Ketertiban Umum dan Linmas Satpol PP Kota Blitar, Adam Bachtiar, Rabu (22/8/2018).

Petugas membawa puluhan remaja itu ke kantor Satpol PP untuk didata. Petugas juga melakukan pembinaan ke para remaja yang terjaring razia. Petugas juga menghukum para remaja untuk melakukan push up dan menghafalkan sila Pancasila.

"Ada yang masih pelajar, tapi kebanyakan sudah tidak sekolah. Mereka paling banyak berasal dari wilayah Kabupaten Blitar," ujar Adam.

Dikatakannya, petugas juga memeriksa ponsel milik para remaja yang terjaring razia. Petugas ingin memastikan apakah di ponsel para remaja itu menyimpan video porno atau tidak. Jika ditemukan ada video porno, petugas menyita ponsel milik mereka.

"Mereka boleh mengambil ponselnya setelah ada surat keterangan dari desa maupun kelurahan," katanya.

Menurut Adam, sejumlah tempat yang dirazia itu memang rawan digunakan untuk hal-hal negatif oleh anak muda. Satpol PP sudah sering menerima keluhan dari masyarakat soal itu. Dia mengakui, kondisi sejumlah kawasan itu gelap dan aman untuk melakukan tindakan negatif.

"Tiga bulan terakhir ini kami rutin melakukan razia di sejumlah tempat itu tiap akhir pekan dan malam hari libur. Setiap melakukan razia, kami selalu mendapati sejumlah remaja sedang pesta miras," katanya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help