Berita Blitar

Keinginan Pedagang Loak Pasar Templek Blitar Pindah ke Pasar Dimoro Terkabul

Pemkot setuju menyediakan tempat relokasi untuk pedagang lokal Pasar Templek di sebelah barat Pasar Dimoro.

Keinginan Pedagang Loak Pasar Templek Blitar Pindah ke Pasar Dimoro Terkabul
Surya/Samsul Hadi
Kondisi kios berjualan pedagang loak di Pasar Templek. Pemkot Blitar akhirnya setuju merelokasi pedagang loak ke sebelah barat Pasar Dimoro. 

SURYA.co,.id | BLITAR - Keinginan pedagang loak Pasar Templek pindah ke tempat relokasi yang lebih layak di sekitar Pasar Hewan Dimoro akhirnya terkabul. Pemkot Blitar akan menyediakan tempat relokasi untuk pedagang loak di sebelah barat Pasar Dimoro.

"Alhamdulillah, keinginan pedagang loak pindah di sekitar Pasar Dimoro akhirnya terkabul. Sesuai rencana akhir tahun ini kami akan pindah ke sana," kata Sumadi, salah satu pedagang loak, Rabu (22/8/2018).

Sumadi mengatakan keputusan itu diambil setelah Pemkot Blitar menggelar rapat dengan DPRD Kota Blitar soal rencana pembangunan Pasar Templek. Dalam rapat itu, baik Pemkot dan dewan sepakat tidak jadi membangun Pasar Templek tahun ini. Pemkot hanya melelahkan rehabilitasi kios pedagang sayur di Pasar Templek.

Selain itu, di dalam rapat itu juga telah disepakati soal tempat relokasi bagi pedagang loak Pasar Templek. Pemkot setuju menyediakan tempat relokasi untuk pedagang lokal Pasar Templek di sebelah barat Pasar Dimoro.

Para pedagang loak direlokasi secara permanen di sebelah barat Pasar Dimoro.

Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar berencana merelokasi pedagang loak di lahan bekas RPH Kepanjenkidul. Tetapi, para pedagang loak menolak dipindah ke lahan bekas RPH Kepanjenkidul.

Alasannya, lahan bekas RPH Kepanjenkidul tidak cocok untuk jualan barang loak karena lokasinya terlalu sempit. Pedagang loak ingin direlokasi di sekitar Pasar Dimoro.

Ketika Disperindag mulai merelokasi pedagang sayur Pasar Templek ke tempat penampungan sementara di Pasar Wage, para pedagang loak tetap tidak mau pindah ke tempat relokasi di lahan bekas RPH Kepanjenkidul. Sampai sekarang para pedagang loak tetap bertahan berjualan di Pasar Templek.

"Secepatnya, kami akan musyawarah soal rencana pindah ke Pasar Dimoro. Kami akan mempersiapkan tempat dan model bangunan untuk berjualan di Pasar Dimoro, sambil menunggu anggaran dari Pemkot Blitar," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto mengatakan Pemkot Blitar memang menyetujui soal tempat relokasi untuk pedagang loak Pasar Templek di sebelah barat Pasar Dimoro. Pemkot Blitar akan membangunkan tempat berjualan untuk pedagang loak di sebelah barat Pasar Dimoro akhir tahun ini.

Anggaran untuk pembangunan tempat berjualan bagi pedagang loak diusulkan lewat perubahan APBD Kota Blitar 2018. Pembangunan tempat berjualan pedagang loak di sebelah barat Pasar Dimoro ditargetkan selesai pada 15 Desember 2018. Anggarannya yang disediakan sekitar Rp 1 miliar.

"Pedagang loak akan direlokasi secara permanen di sebelah barat Pasar Dimoro. Pembangunan tempat relokasi ditargetkan selesai tahun ini," kata Totok.

Menurut Totok, dengan direlokasinya pedagang loak ke sebelah barat Pasar Dimoro, akan memudahkan Pemkot Blitar untuk melanjutkan pembangunan Pasar Templek ke depan. Lokasi tempat berjualan pedagang loak di Pasar Templek bisa digunakan untuk menampung pedagang sayur yang berada di pinggir jalan.

"Tapi, pembangunannya tidak jadi tahun ini. Tahun ini hanya dilakukan rehabilitasi kios pedagang saja. Mungkin pembangunannya tahun depan atau pada 2020. Yang penting saat ini permasalahan sebelum pelaksanaan pembangunan sudah beres dulu. Disperindag tinggal menyiapkan dokumen-dokumenya," ujar Totok. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved