Berita Tulungagung

Baru Sebulan Keluar Penjara, Junaidi Ditangkap Polisi Lagi. Ini Kejahatannya

Junaidi tak kapok. Baru saja sebulan lalu keluar penjara, dia kembali melakukan kejahatan yang sama. Polisi pun menangkapnya lagi...

Baru Sebulan Keluar Penjara, Junaidi Ditangkap Polisi Lagi. Ini Kejahatannya
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Pernah dipenjara selama 10 bulan karena mencuri sepeda tidak membuat Junaidi (36) jera . Warga Jalan KH Hasyim Ashari Kelurahan Banjarmiati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri in kembali ditangkap polisi karena kasus serupa.

Junaidi ditangkap anggota Polsek Kedungwaru pada Senin (20/8) subuh, karena mencuri sepeda Polygon milik Joko Santoso, warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru.

Saat itu Joko tengah salat di musala Kromoharjo, Desa Ngujang. Sepeda warna putih ini diparkir di halaman musala.

“Saat itu korban melapor kehilangan sepeda saat salat. Sebelumnya korban sudah mencari sepedanya tapi tidak ketemu,” terang Kasi Humas Polsek Kedungwaru, Aiptu Muhaji.

Mendapat laporan itu, polisi mendatangi lokasi untuk mencari bukti dan meminta keterangan para saksi. Sejumlah saksi mengaku melihat seorang laki-laku mengenakan kaus oranye meninggalkan musala dengan sepeda. Orang itu terlihat buru-buru meninggalkan jamaah yang tengah salat.

“Sejumlah saksi mengaku melihat orang itu kabur ke arah utara. Kami pun melakukan pengejaran ke arah utara,” tambah Muhaji.

Pengejaran pun membuahkan hasil. Di dekat makam Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, polisi mendapati orang dengan ciri-ciri yang disebutkan para saksi. Apalagi Joko juga mengenali sepeda kayuh miliknya.

Polisi kemudian menghentikan Junaidi dan menginterogasinya. Junaidi pun tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya. Polisi kemudian membawanya ke Mapolsek Kedungwaru untuk dimintai keterangan.

“Terduga pelaku ini mengaku akan menjual sepeda yang dicurinya, untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Muhaji.

Ternyata Junaidi adalah seorang pengangguran yang biasa mencuri sepeda. Sasaran utamanya adalah sepeda milik jamaah di masjid atau musala. Sebelum mencari sasaran, Junaidi berangkat naik bus.

Junaidi turun di Jembatan Ngujang, kemudian berjalan kaki mencari sasaran. Ia kemudian menunggu jamaah melaksanakan salat subuh. Setelah yakin semua orang sudah ada di dalam musala, Junaidi membawa kabur sepeda yang diincarnya.

“Awalnya dia berbaur dan pura-pura ikut salat. Tapi setelah itu dia beraksi,” tutur Muhaji.

Dari catatan kepolisian, Junaidi pernah dihukum di Lapas Kediri selama 10 bulan. Ia baru bebas dari Lapas Kediri pada 20 Juli lalu. Polisi juga tengah mendalami kasus ini, untuk mengungkap kemungkinan korban lain.

Junaidi telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia akan dijerat pasal 363 KHUP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved