Grahadi

Beranda Grahadi

Peduli Gempa di Lombok, Jatim Siap Bantu Rehabilitasi Pasca Bencana

“Jatim siap mengirimkan bahan bangunan dan material seperti batu bata, pasir, semen dan lain lain,” ujar Pakde Karwo.

Peduli Gempa di Lombok, Jatim Siap Bantu Rehabilitasi Pasca Bencana
Ist/Humas Pemprov Jatim
Pakde Karwo saat ikur serta dalam rapat terbatas bersama Wapres RI Jusuf Kalla di Lombok, guna membahas rehabilitasi pasca gempa, Selasa (21/8/2018) 

SURYA.co.id | LOMBOK - Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo, ikut berduka cita atas bencana yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu wujud dukacitanya, berupa keikutsertaan dan kepedulian mengikuti rapat terbatas bersama Wapres RI Jusuf Kalla di Lombok, Selasa (21/8/2018), guna membahas rehabilitasi pasca gempa di provinsi tersebut dan sekaligus kesiapan Jatim untuk membantu semua hal, termasuk bertukar pengalaman dan sekaligus ikut merehabilitasi kondisi pasca gempa.

“Jatim siap mengirimkan bahan bangunan dan material seperti batu bata, pasir, semen dan lain lain,” ujar Pakde Karwo.

"Demikian pula, tenaga-tenaga seperti tukang apabila diperlukan. Begitu juga tenaga medis, yang akan standby untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga langsung melakukan konsolidasi dan berkomunikasi dengan Gubernur NTB, TGB M. Zainul Majdi dengan berbagi pengalaman terkait tindakan yang perlu dilakukan pasca terjadi bencana, atas dasar pengalamannya menangani beberapa kali bencana di Jatim, mulai banjir bandang di Pacitan, erupsi Gunung Kelud di Kediri, sampai yang terakhir bencana gempa bumi di Sumenep.

Menurutnya, beberapa tindakan yang harus dilakukan pemerintah yaitu, evakuasi masyarakat, memulihkan semua infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan, pendataan kerusakan dan kerugian akibat bencana, dan penanganan darurat kerusakan akibat bencana.

Ia mencontohkan saat terjadi bencana erupsi Gunung Kelud di Kediri, terdapat sekitar 14 ribu rumah mengalami kerusakan.

“Semua perbaikan diselesaikan selama satu bulan, kerjasama dengan masyarakat, Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim,” ungkapnya

Ia menambahkan, setiap rumah yang rusak diteliti oleh mahasiswa teknik sipil guna dilakukan pengkategorian, apakah rusak berat, sedang, ataupun ringan.

Untuk penanganannya rumah rusak berat diperbaiki oleh 10 tenaga, rumah rusak sedang diperbaiki oleh 7 tenaga, dan rumah rusak ringan diperbaiki oleh 5 orang.

”Erupsi Gunung Kelud tersebut menjadi bencana provinsi bukan nasional. Di mana seluruh daerah terdampak letusan mendapatkan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim,” ucapnya.

Halaman
123
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved