Berita Surabaya

Khofifah Siapkan Sistem Sekolah Pengampu Bagi SMK yang Tak Punya Laboratorium

Perhatian yang akan diberikan untuk jenjang SMK juga termasuk partnership penyiapan permagangan siswa.

Khofifah Siapkan Sistem Sekolah Pengampu Bagi SMK yang Tak Punya Laboratorium
surya/istimewa
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim terpilih saat menyapa siswa SMK PGRI 1 Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kebutuhan laboratorium di jenjang sekolah SMK menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi pemerintahan Jawa Timur ke depan.

Pasalnya kondisi saat ini 55 persen sekolah SMK di Jawa Timur tidak memiliki laboratorium untuk kerja praktek siswa.

Hal ini patut disayangkan sebab dasar dari pendidikan SMK adalah vokasi yang seharusnya memberi ruang lebih untuk siswa mempelajari dengan sistem praktek.

Masalah penyediaan laboratorium untuk siswa SMK ini menjadi perhatian lebih Gubernur terpilih Jawa Timur periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah sedang menyiapkan sistem SMK induk agar bisa memeratakan laboratorium bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas tersebut

"Jadi hanya 44 persen SMK yang mempunyai laboratorium. Maka saat ini kita sedang menyiapkan format SMK pengampu. Sistemnya 5 SMK akan bisa memakai satu laoratorium atau BLK yang ada di sekitar SMK ini," kata Khofifah, Selasa (21/8/2018).

Sehingga jika ada assesment atau penilaian sekolah SMK yang tidak memiliki laboratorium, sekolah tersebut tidak akan sampai terlikuidasi hingga harus dimerger.

Sistem pengampu ini dianggap lebih memungkinkan karena jika membangun laboratorium baru tentu akan membutuhkan dana yang besar sedangkan APBD Jawa Timur terbilang terbatas.

Tidak hanya itu, perhatian yang akan diberikan untuk jenjang SMK juga termasuk partnership penyiapan permagangan siswa.

Sistem permagangan ini dianggap Khofifah sebagai hal penting untuk menjaga kontinuitas dari sistem pembelajaran di sekolah.

"Saya sudah datang ke beberapa perusahaan yang bisa dijadikan tempat anak-anak untuk makan Saya ingin anak-anak makanya itu 1 semester tidak 3 bulan atau 2 bulan," kata wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini.

Selain itu Khofifah juga sudah bertemu sejumlah perusahaan besar untuk membuatkan simulasi kebutuhan asisten chef baik di hotel di restoran maupun di kapal kapal pesiar internasional.

"Saya sudah sampaikan agar SMK bisa dikoordinasikan untuk magang di bidang kuliner yang kedua di bidang Designer dan ketiga di bidang kemaritiman yang nantinya disiapkan untuk bisa bekerja di pasar internasional," pungkasnya.

Dengan sejumlah sistem yang disiapkan untuk SMK ini Khofifah berharap lulusan SMK bisa meningkat kualitasnya. Sehingga kondisi pengangguran yang menggelembung di lulusan SMK bisa berkurang.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help