Lapor Cak

Air Mancur Menari Jembatan Surabaya Tak Cantik Seperti Dulu Lagi

Air mancur menari yang selama ini menghiasi Jembatan Suroboyo mandek. Kondisi ini sudah berlangsung selama kurang lebih 2 bulan. Kenapa?

Air Mancur Menari Jembatan Surabaya Tak Cantik Seperti Dulu Lagi
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
(Dokumen) Suasana akhir pekan di Jembatan Suroboyo. Di sini, tiap Sabtu malam pengunjung bisa menikmati suguhan berupa air mancur menari. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Air mancur menari yang selama ini menghiasi Jembatan Suroboyo mandek.

Kondisi ini sudah berlangsung selama kurang lebih 2 bulan. 

"Biasanya ada musiknya yang khas. Semua tahu setiap pukul 19.30 ada pertunjukan air mancur menari. Namun sudah dua Bulan ini tidak dinyalakan. Kenapa saya tidak tahu," kata Romadoni, warga Bulak.

Camat Bulak, Suprayitno menuturkan bahwa air mancur menari yang lokasinya berada tidak jauh dari Sentra Ikan Bulak (SIB) itu tidak selalu dinyalakan. Selama ini hanya menyala saat malam Minggu. Itu pun hanya berlangsung 30 menit.

"Pertimbangannya untuk bisa menyalakan air mancur menari dengan aneka lampu dan mudik itu listriknya mahal. Bisa jadi ini untuk penghematan," kata Suprayitno, Selasa (21/8/2018).

Informasi yang diterima, sekali beroperasi, dibutuhkan energi listrik yang tidak kecil.

Ada yang menyebut sekali menyala selama setengah jam bayar listriknya mencapai Rp20 juta. Ini yang menjadikan air mancur menari itu hanya menyala saat malam Minggu saja.

Air mancur menari selama ini menyala saat malam minggu. Saat Jembatan Suroboyo dibuka dan banyak pengunjung.

Kondisi ini mengundang keprihatinan Kepala Beppeko Ery Cahyadi.

"Ini tidak boleh terjadi lagi. Biarkan pengunjung menikmati Air mancur menari. Kalau memang karena faktor berbiaya tinggi, akan kami carikan Bapak Asuh untuk selalu menyalakan air mancur menari ini. Sebab sudah menjadi destinasi wisata Surabaya saat malam," ucap Ery.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan selaku penanggung jawab Jembatan Suroboyo dan Air Mancur Menari itu mengakui akan menyalakan fasilitas itu kalau banyak pengunjung.

"Kami memang kurangi frekuensi air mancur menari. Bukan karena biayanya mahal ke PLN. Kan sekarang ada juga air mancur menari di ITS," kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati. 

Baca: Diduga Terlibat Pungli Calo SIM, IPW Desak Polri Bawa Kapolres Kediri ke Pengadilan

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help