Berita Madiun

10 Tahun Lebih RPH di Kabupaten Madiun Mangkrak,  Jadi Kandang Ayam, Ditutup karena ini

Di Kabupaten Madiun, tepatnya di Dusun Porong, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan terdapat RPH yang sudah dibangun sejak sekitar 10 tahun lalu.

10 Tahun Lebih RPH di Kabupaten Madiun Mangkrak,  Jadi Kandang Ayam, Ditutup karena ini
SURYAOnline/rahadian bagus
Rumah pemotongan hewan (RPH) di Dusun Porong, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan mangkrak, kini jadi kandang ayam. 

SURYA.co.id|MADIUN - Sesuai dengan undang-undang, 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan, pada pasal 61 ayat 1 disebutkan pemotongan hewan yang dagingnya diedarkan harus dilakukan di rumah potong hewan (RPH). Setiap daerah harus memiliki rumah potong hewan.

Di Kabupaten Madiun, tepatnya di Dusun Porong, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan terdapat RPH yang sudah dibangun sejak sekitar 10 tahun lalu. Namun, selama ini tidak pernah dipakai alias mangkrak.

Pantauan di lokasi, Selasa (21/8/2018) RPH yang dibangun di tanah seluas 2172 meter persegi itu kini banyak ditumbuhi rumput dan dipenuhi daun berserakan. Papan nama bangunan yang berada di depan RPH pun sudah terlepas karena termakan usia.

Selain itu, tempat yang semestinya dijadikan tempat pemotongan sapi ini justru dijadikan kandang ayam oleh warga setempat. Tampak beberapa  ekor ayam berkeliaran di sekitar lokasi.

Banyaknya ayam yang dipelihara di tempat itu, membuat tempat pemotongan hewan yang mangkrak itu menjadi bau dan kotor. Begitu juga gedung yang digunkan kantor, sekaligus untuk memotong daging sapi.

Di dalam gedung kantor dan tempat memotong daging juga tampak tak terurus. Bangunan ini menjadi tempat tinggal burung dara, sehingga di dalam banyak terdapat kotoran burung dara.

Selain itu, lantai gedung juga sudah banyak yang rusak. Begiti juga satu pintu rollingdoor juga rusak.

Seorang warga yang tinggal di samping RPH milik Kabupaten Madiun, Suwari mengatakan, sudah sepuluh tahun lebih RPH itu tidak digunkan. Oleh sebab itu ia memanfaatkannya sebagai kandang ayam.

Ia menuturkan, dahulu RPH Kabupten Madiun sempat digunakan, meski hanya sekitar sebulan. Pada saat itu, warga protes dan meminta agar pemerintah menghentikan aktifitas di RPH, karena adanya bau busuk akibat pembuagan limbah hasil pemotongan sapi.

"Sudah sepuluh tahun lebih tidak digunakan. Sempat dulu digunakan, kira-kira sebulan lalu diprotes warg karena bau, akhirnya tidak beroperasi lagi," katanya

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help