Berita Gresik

Produsen Miras Oplosan Diduga Tewaskan 3 Pemuda Gresik Belajar Meracik saat di Lapas, ini Bahannya

Tersangka mengaku keterampilan meracik miras dengan berbagai bahan baku itu dari teman saat di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Polresta Sidoarjo.

Produsen Miras Oplosan Diduga Tewaskan 3 Pemuda Gresik Belajar Meracik saat di Lapas, ini Bahannya
surya/istimewa
Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan Polres Gresik menangkap pembuat miras oplosan maut yang ditenggak puluhan warga Gresik. 

urya/Moch Sugiyono
MIRAS - Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro bersama jajaran humas, satreskrim dan Jatanras Polda Jatim menunjukkan barang bukti bahan pembuatan miras, Senin (20/8/2018).

SURYA.co.id | GRESIK - Polres Gresik menangkap produsen minuman keras (Miras) yang diduga menewaskan tiga pemuda Desa Hulaan Kecamatan Menganti.

Petros Roy Bernardo (37) ditangkap di rumahnya area Pogot Palm Regency, Kelurahan Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya dan kini dijadikan tersangka, Senin (20/8/2018).

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, tertangkap PRB (Petros Roy Bernardo) berdasarkan keterangan saksi-saksi korban bahwa miras tersebut didapat dari Surabaya. Sehingga, anggota Polres Gresik bersama tim Jatanras Polda Jatim menggerebek rumah PRB.

Ketika penggrebekan, ditemukan beberapa barang bukti diduga bahan racikan miras yaitu satu liter essence atau perasa makanan, satu stabil mineral, satu kotak atric acid sebagai bahan baku pemutih pakaian, natrium benzoat sebagai pengawet makanan.

Lebih lanjut mantan Kapolres Bojonegoro ini mengungkapkan untuk memesan miras ini, pembeli harus pesan melalui telepon seluler (Ponsel) kemudian tersangka membuatkan orderan miras tersebut.

Setiap liter miras oplosan dijual Rp 40.000, namun tersangka menjual paketan 30 liter seharga Rp 1 juta.

Miras tersebut dipesan saksi korban pada Selasa (14/8/2018), kemudian digunakan pesta miras pada Kamis (16/8/2018) malam. Selanjutnya, para korban merasakan perutnya sakit pada Sabtu (18/8/2018).

Ternyata tiga korban tewas diduga akibat miras pada Minggu (19/2018) dini hari.

"Tersangka mengaku baru memproduksi miras pada Januari 2018. Dijual dari mulut ke mulut. Dan ada yang pesan melalui telepon selulernya kemudian diantar menggunakan mobil nopol L 1859 TH," kata Wahyu didampingi Kasat Reskrim Tiksnarto Andaru Rahutomo dan Tim Jantanras Polda Jatim, Senin (20/8/2018).

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help