Liga Indonesia

Persela Lamongan Fokus Benahi Kelemahan Ini Selama Jeda Kompetisi Liga 1

Pelatih Persela, Danur Dara mengatakan, Persela masih banyak kecolongan saat menghadapi serangan balik lawan

Persela Lamongan Fokus Benahi Kelemahan Ini Selama Jeda Kompetisi Liga 1
surya/sugiharto
Pemain Persela Lamongan Loris Arnaud mencetak gol kedua ke gawang Mitra Kukar, Kamis malam (7/6/2018). 

SURYA.co.id I LAMONGAN – Persela Lamongan memanfaatkan jeda libur kompetisi Liga 1 2018 dengan baik untuk memperbaiki prinsip bertahan. Pasalnya hingga pekan ke-20 Liga 1, Persela harus kebobolan cukup banyak, yaitu 28 gol, sementara bisa menciptakan 31 gol ke gawang lawan.

Dari 28 gol Persela, sembilan gol yang bersarang ke gawang tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu terjadi di laga kandang sementara sisanya kebobolan di laga tandang.

Untuk itu, kembali membenahi konsep pertahanan menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dilakukan oleh Persela, utamanya untuk menghadapi laga pekan 21 kala tandang ke markas Bali United, Selasa (11/9/2018).

Pelatih Persela, Danur Dara mengatakan, Persela masih banyak kecolongan saat menghadapi serangan balik lawan, hal itu menurutnya karena kurang siapnya pemain belakang membendung serangan cepat.

"Ada detail kecil yang harus kita benahi, salah satunya prinsip bertahan. Beberapa kali kita kebobolan karena pemain kurang siap mengorganisasi pertahanan, khususnya saat menghadapi serangan balik lawan," ungkap Danur seperti dikutip dari lawan resmi klub.

Untuk itu, Danur berharap di sisa laga selanjutnya Liga 1 2018, Persela lebih bagus lagi dalam merespon serangan lawan, utamanya dalam transisi dari menyerang ke bertahan, tentu apiknya lini belakang akan membawa Persela kembali mampu bersaing di zona papan atas Liga 1.

"Hasil analisa seluruh pertandingan, banyak gol yang bersarang ke gawan Persela karena kita terlambat dalam bertahan, sehingga lawan bisa memanfaatkan itu dengan baik," tambahnya.

Usai libur selama satu pekan, Persela sudah melakukan latihan perdana, Jumat (17/8/2018) di Stadion Surajaya Lamongan. materi latihan awal selain memperbaiki prinsip bertahan, juga di imbui latihan fisik dengan intensitas yang semakin meningkat secara bertahap, mengingat kondisi fisik pemain belum kembali 100 persen usai menjalani masa liburan.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved