Khofifah Dapat Amanah dari Ma'ruf Amin Soal Pertanian Jawa Timur

Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa blak-blakan mendapat amanat dari cawapres pendamping Jokowi, KH Ma'ruf Amin, untuk mendorong pertanian di Jatim

Khofifah Dapat Amanah dari Ma'ruf Amin Soal Pertanian Jawa Timur
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hampir selalu menolak berkomentar ketika ditanya tentang pendapatnya terkait bakal calon wakil presiden Kyai Ma'ruf Amin yang dipilih untuk mendampingi bacawapres petahana Joko Widodo.

Namun dalam satu kesempatan Senin (20/8/2018) Khofifah sempat mengatakan bahwa ia mendapatkan pesan khusus dari Kyai Ma'ruf Amin yang tak lain adalah Rais Aam PBNU. Pesan itu terkait dengan pertanian di Jawa Timur.

"Saya sempat diskusi dengan Kyai Ma'ruf Amin sebelum beliau menjadi bakal calon wakil presiden, beliau sampaikan, Mbak nanti kalau terpilih jadi Gubernur Jawa Timur tolong lihat ada pertanian jagung yang diinisiasi MUI Jawa Timur di Bojonegoro," kata Khofifah.

Pasalnya di Bojonegoro tersebut ada pilot project pertanian penghasil jagung yang dikembangkan oleh MUI Jawa Timur.

Jika biasanya 1 hektar sawah yang ditanami jagung hanya menghasilkan 6 ton jagung saat panen, maka di lahan pertanian yang diinisiasi oleh MUI Jawa Timur itu, satu hektar bisa menghasilkan 10 sampai 20 ton jagung saat panen.

"Ini menjadi satu hal yang potensial sekali untuk meningkatkan produktivitas Jagung. Sebab hari ini teman kita yang di Blitar yang peternak ayam petelur mengeluh kekurangan jagung, mereka tidak tersuplai jagung, padahal kita ini dikenal sebagai penghasil jagung," kata Khofifah.

Sebab jagung bagi peternak ayam merupakan komponen penting. Pakan ayam petelor dibuat dari bahan yang 50 persennya adalah jagung.

Kelangkaan jagung yang dialami oleh peternak ayam di Blitar di tengah kekayaan potensi pertanian jagung di Jawa Timur menjadi pertanyaan besar bagi Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 itu.

"Oleh sebab itu saya sudah bertemu dengan Rektor Universitas Brawijaya kemudian juga HKTI, saya menyampaikan permasalahan ini agar ke depan bagaimana kita bisa membangun kerjasama yang juat untuk memetakan di mana sebenarnya jagung-jagung kita dan kemana jagung ini biasa dijual," katanya.

Permasalahan kelangkaan jagung ini cara membuat permasalahan baru, salah satunya kenaikan harga telur. Dimana tidak semua peternak ayam petelur bisa menikmati kenaikan harga tersebut karena problem kelangkaan jagung.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help