Citizen Reporter

Hijrain, Kota Tua yang Indah

Rumah dari tanah liat terletak di ketinggian 50 meter di atas bukit. Meskipun usia rumah itu sudah mencapai ratusan tahun, namun masih utuh dan kokoh.

Hijrain, Kota Tua yang Indah
ist

Hijrain merupakan salah satu kota tua yang terletak di lembah Dau’an, Hadhramaut, provinsi terbesar di Yaman. Hijrain dapat ditempuh sekitar empat jam melalui jalur darat dari Tarim, yang sering disebut Kota Seribu Wali di Yaman.

Rombongan kecil yang terdiri atas beberapa pelajar Indonesia yang tinggal di Tarim menikmati kota itu, Jumat (27/7/2018). Selain ingin menikmati pesona Hijrain yang begitu indah, rombongan akan menjelajah sejumlah peninggalan sejarah di kota tua itu.

Kota klasik itu telah ada sebelum Islam diturunkan. Hijrain adalah salah satu kota yang eksotik di Hadhramaut. Pemukiman penduduknya rapat dan tinggi mengikuti tanah bukit yang mencakar langit. Bangunan-bangunan di sana terlihat sangat unik.

Bangunan yang tertata rapi dan berjajar berhimpitan di puncak bukit itu terbuat dari tanah liat bercampur jerami kering. Bangunan tua itu dibangun dengan seni arsitektur zaman dahulu nan sangat konvensional dan ortodoks. Dari kejauhan, bangunan itu terlihat seperti rumah kotak yang bertindih di atas puncak bukit.

Salah satu peninggalan sejarah yang tak ternilai di Hijrain adalah rumah kediaman Imam Ahmad bin Isa Al Muhajir, keturunan Rasulullah SAW yang pertama hijrah ke Hadhramaut, Yaman. Rumah yang terbuat dari tanah liat itu terletak di ketinggian 50 meter di atas bukit. Hebatnya, meskipun usia rumah itu sudah tua renta mencapai ratusan tahun, namun masih utuh dan kokoh.

Rumah tanah nan berwarna cokelat terang itu dibangun Imam Al Muhajir pada awal kedatangannya ke Hadhramaut pada 317 Hijriah silam. Selain sebagai bukti sejarah, saat ini, rumah difungsikan sebagai tempat diadakan majlis taklim dan sebagainya.

Imam Ahmad bin Isa atau yang akrap disapa Imam Al Muhajir adalah sesepuh dari keturunan Alawiyin. Imam Al Muhajir adalah kakeknya para Wali Songo yang menyebar ajaran Islam di Indonesia.

Imam Muhajir memilih untuk hijrah dari kota Irak, Baghdad menuju Hadhramaut demi menyelamatkan anak cucunya dari fitnah yang menyerang kota 1001 malam itu. Di awal kedatangannya ke Hadhramaut, kota Hijrain adalah kota yang menjadi pilihan.

Di kota itu terdapat banyak masjid yang usianya mencapai ratusan tahun. Di antaranya adalah masjid Jami’ Hijrain, masjid al-Khirbah, masjid Makarim, masjid Syeikh Thaha bin Afif, masjid Bana Wadhir, masjid Ba Yahya, masjid Ba Husein, masjid al-Musammir, masjid Fatimah az-Zahra, dan beberapa masjid lainnya.

Yunalis Abdul Gani
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Al Ahgaff, Tarim
Forum Lingkar Pena wilayah Hadhramaut, Yaman
ynalisabgan@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help