Gubernur Jatim Terpilih

Begini  Solusi Gubernur Jatim Terpilih Khofifah Indar Parawansa Atasi Kemiskinan di Madura

Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa berkomitmen fokus membuat sejumlah program.

Begini  Solusi Gubernur Jatim Terpilih Khofifah Indar Parawansa Atasi Kemiskinan di Madura
surya/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Bupati Terpilih Kabupaten Bangkalan Abdul Latif Imron Amin dalam tasyakuran kemenangan Pilgub Jawa Timur dan Pilbup Bangkalan, Senin (20/8/2018). 

SURYA.CO.ID | BANGKALAN - Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa berkomitmen fokus membuat sejumlah program dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Salah satu wilayah yang menjadi prioritas adalah pulau Madura. Seperti Sampang yang secara presentatif kemiskinannya tertinggi di Jawa Timur dan juga kawasan Bangkalan serta Pamekasan.

Dalam pertemuan bersama Bupati terpilih Kabupaten Bangkalan Abdul Latif Imron Amin, Senin (20/8/2018), Khofifah mengatakan bahwa pekerjaan rumah saat ini adalah bagimana pemerintah bisa membawa masyarakat semakin berkemajuan.

"Di mana kita harus bisa membawa seluruh masyarakat Jawa Timur menurun kemiskinannya. Maka jika selama ini ada PKH, dari kemsos, maka mulai tahun depan akan semakin dikuatkan dengan PKH Plus, yang kita topang dari APBD Pemprov Jawa Timur," kata Khofifah.

PKH plus ini, dikatakan Khofifah akan diberikan kepada warga tidak mampu yang belum tersentuh oleh PKH dari pemerintah pusat, untuk lansia dan juga masyakat disabilitas.

"Sekarang bagaimana kita melakukan mapping atau pemetaan bagaimana pengentasan kemiskinan lebih efektif dan lebih signifikan," imbuhnya.

Kepada Bupati terpilih Bangkalan itu, Khofifah juga mengajak Ra Latif untuk Sharing APBD di mana saat ini masih banyak ibu-ibu yang mengeluh tingginya biaya SPP di SMA maupun SMK.

"Saya ingin sampaikan bahwa saya sudah menghitung bahwa APBD kita cukup untuk menggratiskan biaya SMA SMK SPP-nya baik di sekolah negeri maupun swasta," tegasnya.

Sedangkan untuk Madrasah Aliyah, Khofifah melanjutkan, pihaknya sudah menghitung namun masih masih dipelajari regulasinya dan juga kemampuan APBD nya.

Begitu juga masalah garam di Madura, Khofifah mengatakan selain berupaya untuk meningkatkan kualitas garam produksi Madura. Yang selama ini belum masuk kualifikasi garam industri.

Ia ingin meningkatkan kandungan yodium dan juga kandungan natrium klorida dalam garam Madura. Serta Khofifah juga berencana untuk memperhatikan harga jual garam dari petani.

Khofifah ingin ada langkah untuk memfasilitasi penentuan harga eceran tertinggi untuk garam sehingga harga garam di petani garam bisa meningkat tidak hanya Rp 1300 per kilogram seperti saat ini.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help