Berita Ekonomi Bisni

Baru Tercapai Rp 1,3 Triliun dari Target Rp 3,3 Triliun, Intiland Pilih Maksimalkan Proyek

Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) tahun ini menargetkan peningkatan pendapatan hingga 10 persen.

Baru Tercapai Rp 1,3 Triliun dari Target Rp 3,3 Triliun, Intiland Pilih Maksimalkan Proyek
surya/sri handi lestari
Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland di Jakarta dan Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi, saat ditemui di Jakarta. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) tahun ini menargetkan peningkatan pendapatan hingga 10 persen dari tahun 2017 lalu. Meski pasar properti diakui masih belum tumbuh secara normal kembali sejak tiga tahun terakhir ini.

"Kami masih optimis target pertumbuhan itu bisa tercapai. Kami lakukan strategi dan upaya untuk memaksimalkan penjualan pada produk yang sudah ada, belum ada investasi untuk beli landbank baru," kata Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland di Jakarta, Sabtu (18/08/2017).

Sementara emiten di semester I tahun 2018 ini, Intiland sudah membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,3 triliun. Jika dibandingkan di periode yang sama pada tahun 2017, capain Perseroan mencapai Rp 919 miliar.

Dengan perbandingan itu, ada peningkatan marketing sales sebesar 40 persen. Terkait upaya tersebut, saat ditemui dalam media visit pada pekan lalu, Archied mengatakan bila kenaikan pendapatan di semester I tahun 2018 ini, didukung oleh peningkatan pendapatan empat proyek.

Yaitu kawasan perumahan Serenia Hills dan apartemen 1Park Avenue di Jakarta Selatan, apartemen Fifty Seven Promenade di Jakarta Pusat, serta kawasan perumahan Graha Natura di Surabaya. Keempat proyek hunian inimemberikan kontribusi sebesar Rp 1,1 triliun atau 87 persen dari keseluruhan.

Diakui Archied, tantangan di industri properti masih berat. Meski pemerintah telah menerbitkan sejumlah stimulus pertumbuhan sektoral, namun pasar dan konsumen masih cenderung bersikap wait and see untuk mengantisipasi perkembangan dan dampak pesta demokrasi yang akan dilaksanakan hingga tahun 2019.

Menurut segmen pengembangan yang dilakukan Intiland, kawasan perumahan adalah kontributor pendapatan usaha terbesar yang nilainya mencapai Rp 1,1 triliun. Jika dibandingkan per Juni 2017 sebesar Rp 220 miliar, segmen itu melonjak lebih dari 400 persen.

Kemudian diikuti oleh segmen pengembangan mixed use & high rise berhasil mencatatkan marketing sales sebesar Rp969 miliar, atau 75 persen dari keseluruhan. Perolehan ini melonjak 325 persen dibandingkan perolehan semester I tahun 2017 mencapai Rp 228 miliar.

Kontributor paling besar di segmen ini berasal dari penjualan apartemen Fifty Seven Promenade yang mencapai Rp783 miliar.

Kontribusi berikutnya berasal dari penjualan di segmen pengembangan kawasan perumahan. Memiliki tujuh pengembangan kawasan perumahan, segmen ini memberikan kontribusi marketing sales kepada perseroan sebesar Rp270 miliar atau 21 persen dari keseluruhan.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved