Lifestyle

40 Ahli Asing Bicara Kesehatan Kulit - Kelamin di Surabaya, Dokter Indonesia Diharap Isi di MEA

Regional Conference of Dermatology (RCD) digelar di Surabaya. Konferensi diikuti 40 pembicara asing dan lebih 100 pembicara lokal.

40 Ahli Asing Bicara Kesehatan Kulit - Kelamin di Surabaya, Dokter Indonesia Diharap Isi di MEA
surya/delya octovie
Pembukaan '23rd Regional Conference of Dermatology' di Covention Exhibition Hall Grand City Mall, Surabaya, Kamis (9/8/2018). 

Ia menambahkan, dokter kulit Indonesia kini dituntut mampu bersaing di ASEAN, supanya bisa praktek di negara-negara MEA.

Mereka juga akan dituntut untuk meningkatkan praktek dermatologi yang berdasarkan bukti.

Lewat RCD, ia berharap dokter Indonesia mampu menjawab tantangan MEA.

"Untuk Indonesia, kami berusaha menjadikannya world class dermatologist. Kami juga ingin ada harmonisasi di antara dokter MEA sehingga dokter-dokter memiliki kepercayaan diri tinggi, tidak takut dengan era globalisasi karena itu suatu keharusan. Kita harus optimis," ujarnya.

Ahli dermatologi asal San Fransisco, California, yang sudah menerbitkan enam buku yakni Profesor Robertz Schwartz juga hadir dalam konferensi berskala besar ini.

Ia menyebut dirinya sangat senang bisa mengikuti konferensi bersama Syarief dan Yulianto, dan tak sabar menunggu kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat kedepannya.

"Saya senang sekali bisa berada di sini, bersama orang-orang di sebelah saya ini yang selalu dipuji oleh teman-teman di seluruh dunia. Banyak sekali tugas yang dilakukan seorang dermatologis, dan pria-pria ini telah menolong banyak orang dari berbagai penyakit kulit, termasuk penyakit kulit tropikal," katanya.

Penganugerahaan sebutan Fellow of Asian Academy of Dermatology and Venerology (FAADV) dan Fellow of Indonesian Society of Dermatology and Venerology (FINSDV) akan dilakukan pada acara RCD dan PIT tahun ini.

Sebutan ini akan dianugerahkan bagi para dokter kulit yang telah memenuhi persyaratan, dan bisa digunakan untuk meningkatkan kerja sama di tingkat Asia, mengembangkan kompetensi dokter spesialis kulit dan kelamin, serta guna mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved