Berita Gresik

3 Pemuda di Gresik Tewas akibat Miras Oplosan, Andik Dikenal Dekat sang Ibu, Fendi dan Riko Pendiam 

Para korban minuman miras (Miras) diduga oplosan dikenal keluarga sebagai anak pendiam.

3 Pemuda di Gresik Tewas akibat Miras Oplosan, Andik Dikenal Dekat sang Ibu, Fendi dan Riko Pendiam 
foto: repro/sugiyono
M Fendi Pradana (baju putih paling kanan) di bingkai foto keluarga dan Andik saat masih sekolah. 

SURYA.co.id | GRESIK - Para korban minuman miras (Miras) diduga oplosan dikenal keluarga sebagai anak pendiam. Namun, di sekitar masyarakat para korban dikenal baik dan mudah bergaul.

Dari informasi yang dihimpun Surya.co.id di rumah korban, pihak keluarga korban dan tetangga bahwa para korban miras dikenal sebagai pendiam di lingkungan keluarga.

Seperti yang diungkapkan Two Kusyanto (45) dan Semi (43), ayah ibu dari Andik (25), warga dusun/Desa Hulaan, Kecamatan Menganti mengatakan setiap hari Andik kerja sebagai penyiram kecambah di juragan kecambah desa setempat.

Setiap hari Andik berangkat kerja sekitar pukul 14.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB.

"Setelah pulang kerja istirahat dan besok kembali bekerja," kata Two di rumah duka, Minggu (19/8/2018).

Lebih lanjut Two mengatakan bahwa sebelum kematian almarhum putra pertamanya dari dua bersaudara, tidak ada sikap mencurigakan. Bahkan, setiap hari masih bekerja seperti biasanya.

"Baru kemarin hari Sabtu, minta dikeroki oleh Ibunya. Kemudian pukul 23.30 WIB, masih sakit. Sehingga saya bawa ke rumah sakit di Benowo Surabaya. Sampai rumah sakit langsung ditangani dokter. Sekitar pukul 3.00 WIB dini hari dinyatakan meninggal dunia," imbuhnya.

Two menambahkan almarhum Andik dikenal anak yang berbakti pada orang tua, sebab setiap mendapat uang dari bekerja sebagai penyiram kecambah, Andik memberikan uang kepada Ibunya untuk keperluan rumah dan adiknya sekolah.

"Anaknya dekat kepada Ibunya. Setiap dapat bayaran dari kerja selalu dititipkan kepada orang tuanya," katanya.

Begitu juga disampaikan Siti Maftukah (42), Ibunda almarhum M Fendi Pradana (19), alias Pendot yang mengatakan bahwa Fendi dikenal anak pendiam. Sebab sudah lelah bekerja sebagai penyiram kecambah.

"Anaknya pendiam, setiap hari pulang kerja langsung istirahat," kata Siti janda dengan tiga putra disela-sela menerima tamu yang berbelasungkawa.

Begitu juga dengan tetangga Riko Yakup (21), warga Desa Hulaan Kecamatan Menganti mengatakan bahwa setiap hari Riko sering di dalam rumah. Dan saat keluar rumah tidak ke masyarakat sekitar. Mungkin ke rumah saudaranya.

"Riko dikenal sebagai anak yang pendiam. Sering di rumah. Jarang bergaul dengan masyarakat," kata tetangga Riko yang enggan menyebutkan namanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help