Berita Malang Raya

Tim Gabungan Kesulitan Padamkan Api di Area Tebing Gunung Butak, 300 Pendaki Dievakuasi

Proses pemadaman kebakaran hutan di Gunung Panderman dan Gunung Butak itu melibatkan sejumlah orang.

Tim Gabungan Kesulitan Padamkan Api di Area Tebing Gunung Butak, 300 Pendaki Dievakuasi
surya/istimewa
Proses pemadaman api di Gunung Butak dan Gunung Panderman oleh tim gabungan yakni Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH) Malang, Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Kota Batu, Lembaga Masyarakat Daerah Hutan (LMDH) Desa Pesanggrahan, Babinkamtibmas, Babinsa, dan masyarakat sekitar. 

SURYA.co.id | BATU - Tim gabungan kesulitan memadamkan api di area tebing Gunung Butak yang terbakar, Sabtu (18/8/2018).

Namun sebagian api sudah berhasil dipadamkan, dan 300 pendaki juga sudah berhasil dievakuasi.

Tim kesulitan saat memadamkan api di area tebing karena medan menuju ke sana cukup sulit dan tidak memungkinkan dipadamkan dalam kurun waktu yang singkat.

Siswandi, Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Oro-Oro Ombo, Perhutani KPH Malang mengatakan timnya memastikan kalau di area tebing api tidak akan menjalar ke mana-mana.

"Dari kebakaran itu membakar area hutan seluas 10 hektare, dan ada 4 titik api yang terlihat. Berada di area savana dan tebing. Tetapi di area tebing tidak dipadamkan karena letaknya yang tidak dapat dijangkau," kata Siswadi, Minggu (19/8/2018).

Sebelumnya proses pemadaman kebakaran hutan di Gunung Panderman dan Gunung Butak itu melibatkan sejumlah orang.

Terdiri dari tim gabungan yakni Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Kota Batu, Lembaga Masyarakat Daerah Hutan (LMDH) Desa Pesanggrahan, Babinkamtibmas, Babinsa, dan masyarakat sekitar.

Untuk mematikan api yang terus menjalar itu para pemadam hanya bermodalkan tangan kosong atau manual dengan menggunakan teknik ilar api atau membuat jalur batasan, agar api tidak merembet.

"Untuk penyebab kebakaran sendiri di area ini sering terjadi. Kebanyakan karena kelalaian para pendaki tidak mematikan api dengan maksimal. Ditambah kondisi angin cukup kencang, sehingga mengakibatkan api menjalar dengan cepat ke area lain," ungkapnya.

Biasanya, lanjut dia, para pendaki yang menyalakan api unggun di area Gunung Butak dan Gunung Panderman.

Diberitakan sebelumnya kebakaran di area Gunung Butak dan Gunung Panderman diketahui terjadi Sabtu (18/8/2018) dini hari.

Akibat kejadian ini jalur pendakian Gunung Butak dan Gunung Panderman ditutup sampai pada waktu yang belum ditentukan.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help