Gubernur Jatim Terpilih

Khofifah Bangun Pesantren Khusus, Berharap Anak TKW dan Anak Nelayan Dapat Pengasuhan Tepat

"Saya sudah petakan, saat ini sudah dapat empat titik pesantren. Rencananya tahun depan ada 10 titik pesantren untuk mereka," ucap Khofifah.

Khofifah Bangun Pesantren Khusus, Berharap Anak TKW dan Anak Nelayan Dapat Pengasuhan Tepat
surya/fatimatuz zahro
Khofifah Indar Parawansa menghadiri pengajian Ratib Hadad di Lamongan, Minggu (19/8/2018). 

SURYA.CO.ID | LAMONGAN - Jawa Timur tercatat sebagai pengirim tenaga kerja wanita terbanyak di Indonesia. Tak jarang TKW yang berangkat merantau ke negeri orang meninggalkan anak-anaknya di kampung dan dipasrahkan ke kerabat.

Nasib anak-anak inilah yang juga dipikirkan oleh Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa.

Ia ingin agar anak-anak yang ditinggalkan TKW merantau tetap dalam asuhan yang benar dan tidak telantar.

Tahun 2019 nanti, Khofifah akan membangunkan pesantren khusus anak-anak TKW, anak nelayan, anak petani, dan juga anak buruh panggul.

Anggaran untuk pesantren ini sudah masuk dalam RAPBD 2019 dan direncanakan akan tender di akhir tahun 2018 ini.

"Saya sudah petakan, saat ini sudah dapat empat titik pesantren. Rencananya tahun depan ada 10 titik pesantren untuk mereka," ucap Khofifah saat hadir dalam pengajian Ratib Hadad di Lamongan, Minggu (19/8/2018).

Targetnya, tahun ajar baru 2019 pesantren ini sudah bisa difungsikan. Sebab menurut rencana jika anggaran sudah disahkan akhir tahun bisa langsung tender.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan bahwa anak TKW menjadi prioritas lantaran ada kejadian yang ia temui di Madura.

Dimana ada satu desa yang dipenuhi dengan foto seorang anak. Setelah ditelusuri, anak tersebut adalah anak TKW yang salah pengasuhan dan pergaulan hingga akhirnya menjajakan diri.

"Dia dapat uang Rp 50 ribu lalu dipakai untuk beli pulsa. Dia ini ditinggal ibuknya merantau ke luar negeri. Dia diasuh neneknya, tapi anak ini ijinnya pulang sekolah itu kursus, ya neneknya senang," kata Khofifah.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved