Berita Madiun

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73, 369 Napi di Lapas Kelas I Madiun Dapat Remisi

Napi yang mendapat remisi adalah napi yang berkelakuan baik dan tidak melakukan pelanggaran.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73, 369 Napi di Lapas Kelas I Madiun Dapat Remisi
surya/rahadian bagus priambodo
Para karyawan dan napi Lapas Kelas I Madiun dan Lapas Pemuda Kelas II A Madiun mengikuti upacara. 

SURYA.co.id | MADIUN - Pada peringatan HUT Republik Indonesia ke-73, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Madiun memberikan remisi kepada 369 narapidana (napi).

Dari jumlah itu, seorang napi dinyatakan langsung bebas.

Kepala Lapas Klas I Madiun, Suharman mengatakan, napi yang mendapat remisi adalah napi yang berkelakuan baik dan tidak melakukan pelanggaran.

Penilaian dibuktikan dengan tidak menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu enam bulan terakhir terhitung sebelum tanggal pemberian remisi.

Selain itu, napi yang mendapat remisi juga telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan lapas dengan predikat baik dan menjalani masa pidana lebih enam bulan.

Sedangkan jumlah remisi yang diberikan kepada napi tidak sama, berkisar satu hingga enam bulan.

"Untuk remisi umum, jumlahnya 369, semua disetujui dan satu orang di antaranya langsung bebas," kata Suharman usai mengikuti upacara 17 Agustus di dalam lapas, Jumat (17/8/2018) pagi.

Ia menuturkan, napi yang mendapat remisi merupakan terpidana dari beberapa kasus.

Namun, paling banyak yang mendapat remisi adalah napi kasus kriminal umum dan narkoba, sebab 60 persen penghuni Lapas Klas I Madiun merupakan napi kasus narkoba.

Dalam pemberian remisi umum kali ini, tidak seluruhnya napi mendapatkan remisi. Napi kasus teroris dan korupsi, tidak mendapatkan remisi.

"Napi terorisme belum mendapatkan remisi, ada lima napi," katanya.

Penyerahan SK remisi, dilakukan Wakil Walikota Madiun, Armaya yang menjadi inspektur upacara yang digelar di lapangan di dalam Lapas Kelas I Madiun.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 diikuti ratusan karyawan dari Lapas Kelas I Madiun dan Lapas Pemuda Kelas II Madiun.

Pantauan di lokasi, para karyawan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

Sementara para napi yang menjadi tim paduan suara mengenakan kaus bergaris khas Ponorogo dan ikat kepala.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved